flower

Kamis, 26 Desember 2013

what i see through my viewfinder

Bermula dari melihat lihat foto yang biasa
menjadi keinginan untuk memoto
aku selalu mengambil foto sesuka ku, semauku

dengan kata lain terkadang hal yang tidak penting menjadi objek di kamera ku
seperti tiang listrik, jendela pasir , alur kabel listrik, bahkan kerikil

banyak orang yang berkata "Apa sih yang kau foto"
seolah mencemooh
tapi ada juga org yang mengerti
sehingga membuat ku berfikir "ahk ternyata orang yang tau akan menyukai foto ku"

ehehehe dan saaat inimasih mempunyai project
aku menamai nya "Machi no kakera"
"pecahan kota" yah hanya saja belum dapat sih sudut yang mau di foto

eheheheh
yah ini lah beberapa karya ku, "what i see through my viewfinder"

yang ini di ambil di kos-kos an nya indah
waktu itu aku duduk di jendela nya sore hari dan sedikit mendung, tapi tiba tiba ku arahkan kamereku mengintip ke luar jendela dan mulai menangkap foto melalui viewfinder 




foto yang ini juga sama, masih dari jendela kecil di kamar indah dan mungkin akan ku beri nama line 
seperti yg terlihat kabel listrik itu seperti garis yang merserakan di langit


























tapi dari kedua foto ini ada satu foto yang ku ambil di jalan waktu itu menemani anak anak yang melakukan kegiatan sosial, sore hari dgn matahari yang masih sangat terang dan menyengat
itu lah foto yang menginspirasi ku membuat machi no kakera


Selasa, 24 Desember 2013

səhra

Padang pasir gersang terasa sangat melelahkan , ditengah angin kering yang berhembus membawa pasir halus.Kemanapun kuarahkan mata ku yang terlihat hanyalah pasir dan tumbuhan kaktus besar dan kokoh .
“Layanah… cepat tutup tirai itu angin akan membawa debu masuk dan membuat mataku perih “ terdengar suara seorang wanita memecah keheningan.yah itu adalah suara dari kakak ku yang bernama Ida, seperti yang terlihat kami sedang berpindah dari permukiman menuju kota. Sejak kematian ibuku kami tiga bersaudara selalu berpindah tempat demi mencari uang, yah kami adalah kelompok penari yang tidak menetap.
“Layanah … tutup tirai itu ! “ teriak Ida.  “ Ia .. ia akan ku tutup kak “ balas ku sembari menutup tirai.
“ Ayo bersiap sebentar lagi kita akan memasuki kota “ seru seorang pria yang tidak lain merupakan saudara laki laki ku. “


Hiruk pikuk pasar di kota besar menghiasi telinga ku , keinginan untuk mengintip dari balik kereta memenuhi hati ku . “Layanah.. ayo pakai ini dan kita turun untuk mencari makan “ Seru Ida sambil menyerahkan sehelai jubah pada ku. “Baik kak..”
Kulangkahkan kaki ku di jalanan pasar yang ramai, bangunan di kota ini begitu indah dan kokoh anak anak berlarian menyusuri lorong lorong kecil dan sempit di pasar ini, para pedagang dan pembeli saling menawar satu sama lain, dan ada juga seorang pria muda yang melakukan atraksi demi mendapat uang. Aaahk betapa menyenagkan nya kota ini . yaah paling tidak ini merupakan kota yang sangat menarik dan indah


“Layanah ayo cepat masuk dan habiskan makan siangmu karna sebentar lagi kita akan menuju kediaman tuan ameer “ ujar Ida. ‘ tuan ameer ? siapa dia kak?” tanyaku. “aaaahk sudah kuduga semalam kau tak mendengarkan penjelasanku layanah…” gerutu azhar .
”maaf kak karna terpesona dengan bintang yang indah aku jadi tidak mendengarkan dengan seksama “ ujarku . Kulihat kakak ku azhar menghela nafas panjang dan melihat ke arahku. “Kita akan menetap disana, tuan Ameer adalah merupakan teman dari paman Isaq dan ibu dan beliau merupakan salah satu  keluarga saudagar kaya , keluarga mereka sangat menyukai seni apapun bentuknya dan meminta kita untuk menjadi penari di kediaman mereka kuharap kau dapat menjaga sikapmu nanti Layanah “ jelas ida singkat. “huuuum baiklah aku mengerti sekarang “ jawabku singkat .


Kereta kami berhenti di sebuah kediaman megah dengan pagar yang menjulang dan taman yang sangat mengagumkan, sesaat ku kira inilah surga firdaus yang termasyur itu
Jejeran pohon kurma yang tinggi di sepanjang jalan menuju pintu masuk, dan air mancur indah di tengah taman ,juga terdapat bunga kaktus unik dan langka yang indah nya bagaikan lukisan dari negeri china. “Silahkan masuk … Tuan besar sudah menunggu kalian di dalam “ seru seorang dayang sambil membukakan pintu dan mempersilahkan kami masuk kedalam . Ya tuhaaan baru saja aku terpanah dengan pesona taman indah tadi dan sekarang aku pun di kagetkan dengan pemandangan indah yang bagaikan taj’mahal , rumah indah dengan interior menawan hati marmer indah berwarna putih menghiasi lantai, tiang tiang penyangga rumah penuh ukiran ,vas dan guci antic yang berasal dari berbagi belahan dunia menghiasi sekeliling rumah. Bagaikan di bawa kesebuah negeri dongen yang luar biasa, terlihat sesosok pria besar dengan baju indah dan sorban mewah di kepalanya . “Owh kalian sudah sampai .. mari silahkan duduk “ seru pria itu. “Tuan ameer terimakasih atas undangan anda dan meminta kami untuk  tinggal  disini” suara kak Azhar terdengar sangat sopan. “ Tidak perlu sungkan dan bersifat formal , kalian adalah para keponakan Isaq dan merupakan ank anak aisha berarti kalian pun keponakan ku , pelayan akan menunjukkan kamar kalian untuk sekarang istirahatlah , ahk apakah kau yang bernama Layanah ? ahk kau sangat mirip dengan aisha ibumu , aku pun memiliki seorang putri yang seumuran dengan mu kuharap kalian bisa menjadi teman baik “ .Tuan ameer berkata sambil memandangku dengan sangat lembut.
 “ Saya harap itu benar terjadi tuan “ jawabku pelan. “Ahahaah jangan terlalu formal kalian bisa memanggilku paman , baiklah istirahat lah segera kalian pasti lelah , mida tolong kau antarkan mereka ke kamar “ Pinta paman ameer pada salah seorang dayang  .



Kurebahkan tubuhku di ranjang indah yang beralaskan kain beludru indah berwarna merah dan bersulam benang perak berkilau , samar samar tercium bau wewangian dari dupa yang terbakar, membuat ku merasa sangat nyaman ,sebuah ruangan dengan langit langit tinggi megah, sampai saat ini tak terfikir di otakku bahwa bisa beristirahat di ruangan yang indah , di kota ku dulu rumah kami adalah rumah kecil sederhana disana ad ayah ,ibu dan saudaraku, tapi semenjak ayah dan ibu meniggal dunia kami mulai hidup berpindah pindah sampai akhirnya paman Isaq meminta kami untuk menemui teman nya yang tidak lain adalah tuan Ameer yang sangat ingin merawat kami, mungkin ini dikarnakan paman ameer , paman isaq dan ibu ku adalah teman semasa kecil.
”aaahk benar benar hari yang melelahkan .. mungkin ada baik nya juga beristirahat dan tidak memikirkan apa apa “ gumamku . sayup sayup wewangian yang berasal dari dupa wangi menarik kesadaran ku dan mengantarkan ku untuk tidur , kuharap esok akan mnjadi awal yang menyenagkan.

Part I ..