flower

Kamis, 20 Agustus 2015

səhra IV

Aroma pasir yang tandus menyelimuti ruangan, tanpa terpejam sedikitpun tak terasa mentari pagi mulai menyambut , suasana di luar sangat lah tenang berbanding terbalik dengan debaran hatiku yang tidak dapat ku kendalikan. Ini sangat bodoh hanya karna ciuman dari seorang pria membuatku seperti ini, terlebih lagi pria itu adalah Ziyad. “Arghk … menyebalkan “ Tanpa sadar aku bergumam dengan wajah merah dan melemparkan bantal kearah dinding , perlahan kutarik jemariku menyentuh bibir merasakan sensai lembut yang kurasakan beberapa jam yang lalu, tapi tiba tiba suara kakak menyentakku kaget .”Layanah … sampai kapan kau akan bermalas malasan di kamar, ayo semua sudah bergegas dengan tugas nya masing masing, biarpun paman Ameer memperlakukan kita selayak nya anak tapi kita tetap harus bekerja untuk membalas budi nya” Gerutu kak Ida sembari menarik selimut ku, “Ada apa Layanah wajah mu merona bagaikan buah kurma yang ranum, apa kau sedang sakit ?” Tanya Ida. “ aku tidak apa apa kak , mungkin karna kemarin aku bermain terlalu berlebihan sehingga membuat ku kelelahan “ Jawab ku . “Kalau begitu cepat bergegas Sana dan paman Ameer sudah dari tadi menanyakan mu “ Ujar Ida lagi.” Iya kaaak.”


Satu kali dalam sebulan di kediaman paman Ameer di datang kan seorang guru kerajinan dari China untuk mengajarkan Sana dan Ziyad berbagai kesenian juga pengetahuan dan paman Ameer meminta ku untuk ikut belajar bersama mereka. Diruangan yang telah disiapkan terlihat Sana dan Ziyad yang sudah menantikanku, “ Oh tuhan hatiku belum siap , sikap apa yang harus ku tunjukkan di depan Ziyad, “Teriakku dalam hati.
”Layanah ayo kemari kami sudah menunggu mu sedari tadi “ Ujar Ziyad sambil menarik lengan ku untuk duduk .Kurasakan lembutnya telapak tangan Ziyad di kulitku, terasa begitu kokoh .Sentuhan Ziyad bahkan mampu membuat darahku mengalir terbalik, dan saat ini bagian yang tersentuh oleh Ziyad terasa memanas , seperti halnya menenggak rum manis yang memabukkan, dan tiba tiba suara merdu Sana merasuk ke telingaku. “Layanah , kuharap kau tahan untuk tidak tidur karna pelajaran sangat lah membosankan“ Bisik sana pelan .” apakah pelajaran itu sangat membosankan sehingga membuat mu mengantuk Sana “ Bisikku . “ Sangat !? sangat membosankan hingga mampu membuat Ziyad tertidur dengan pulas nya “ Bisik Sana lagi kali ini dengan raut wajah yang sedikit nakal.


Waktu yang cukup panjang kami lewatkan di ruangan dengan guru yang memberikan berbagai materi pengetahuan tentang dunia luar , semua ucapan dan pembelajaran yang kuterima membuatku sangat ingin bepergian keseluruh penjuru dunia, begitu banyak hal yang tidak ku ketahui. Tapi tanpa terasa waktu terus bergulir dan terik matahari yang semakin menyengat menunjukkan bahwa separuh siang telah kami lewatkan.
“ Melelahkaaaaaaaaaaaaaaan … aku ingin bersantai dan memakan buah kurma yang manis dan secangkir susu hangat , Layanah , Ziyad ayo jangan hanya terdiam saja. “ Ajak Sana , Suara sana hanya melewati telingaku tanpa bisa ku jawab,semua ini di sebabkan oleh Ziyad yang sedari tadi berada di sampingku. Dan yang membuatku kesal adalah debaran hati ku yang tak kunjung mereda. “Ada apa Layanah kau terlihat aneh “ Tiba tiba saja wajah Ziyad berada di hadapanku . “ Aku tidak apa apa, tolong singkirkan wajah mu itu Ziyad .” jawabku. “ Kau ini… ia iaaa aku mengerti, ah aku hampir lupa tadi aku berpapasan dengan kak Azhar dan dia berpesan agar kau segera menemuinya saat pelajaran selesai “ ucap Ziyad sambil mengetuk ngetuk dahi nya. “ Haah kak Azhar , oh tuhan gawat aku lupa kalo hari ini aku harus berlatih bersama kakak, Maaf Sana sepertinya aku tidak bisa menemani mu “ Ujarku cemas. “ Tidak apa apa Layanah aku akan minta Ziyad untuk menemani ku .” Jawab Sana sambil tersenyum . “ Baiklah kalau begitu sampai jumpa nanti Sana,  “Kulambaikan tanganku sembari berlalu pergi meninggalkan Sana dan Ziyad .


Warna awan mulai berubah terlihat bayangan yang mulai mencondong , udara pun mulai mendingin perlahan . “Layanah latihan hari ini cukup ku rasa kau sudah boleh kembali “ Ujar kak Azhar . “ Baik kak , huum kak Ida bagaimana tarianku? “ Tanyaku pada kak Ida. “Tarian mu semakin bagus hanya saja kau seperti tidak berkonsentrasi hari ini , ada apa gerangan Layanah?” Pertanyaan kak Ida membuatku terdiam , tidak mungkin kujawab bahwa Ziyad lah penyebab utama mengapa aku jadi begini . “ Aku merasa sedikit lelah kak” Jawabku . “Istirahatlah kelelahan tidak baik untuk tubuh , aku dan kak Azhar masih ingin berlatih sebentar lagi “pinta Ida .” Baiklah kak .”Kulepaskan gelang di kaki ku dan berjalan keluar dari alun alun .


Saat melewati lorong menuju kamarku sekilas kulihat kak Rasad sedang duduk , sosok nya yang anggun sangat indah di terpa mentari yang akan terbenam, dan membuat ku sedikit berdebar. “Ada apa Layanah ? kemarilah” Seru kak Rasad lembut. “Kak apa yang sedang kau lamunkan di tempat ini, sepertinya ada sesuatu yang membebani fikiranmu “ tanyaku . “ Kau memang hebat Layanah , kau tau persis apa yang terjadi padaku tanpa harus ku katakana “ Kak Rasad berbicara sembari menepuk kepalaku. “Lagi lagi kau memperlakukan ku seperti anak kecil kak!?” Gerutu ku. “ Ahahah maaf karna kau begitu mungil sehingga tanpa sengaja aku menepuk kepalamu” Rasad berbicara dengan senyuman yang sangat lembut. “Layanah .. kau tahu saat ini ada seorang wanita yang memenuhi fikiranku, wanita yang bahkan dapat mengacaukan hatiku, membuatku jatuh cinta.” Ungkap Rasad tenang. “ Benarkah itu kak? Siapa kah gerangan wanita beruntung itu?”Tanyaku antusias dan mendekat pada kak Rasad. “Kau mengenal nya, sangat mengenal nya, wanita itu adalah Sana” Ungkap nya lagi. Ya tuhan  bagaikan memenangkan lotre di pasar malam , perasaan ku bercampur antara senang dan terkejut. “Sana… kau serius kak?” Tanya ku memastikan .” Yah Sana lah wanita yang kucintai , akan tetapi saat ku ungkapkan perasaanku saat itu juga aku patah hati,” ujarnya lirih. “Patah hati? Kenapa kak? Kurasa tidak ada sesuatu yang membuat Sana menolak kak Rasad, kakak merupakan pemuda baik yang sangat menawan” ujarku cepat. “ Kau tahu saat ku ungkapkan isi hatiku , Sana menyikapi dengan sangat dewasa dia berkata bahwa sudah ada Ziyad yang mengisi hati nya, yah setidak nya aku merasa lega sudah mengungkapkan ada yang ada di hati ku. Paling tidak kami bisa bersikap seperti biasa tanpa harus ada rasa tidak enak dan canggung” Jelas Rasad sambil tersenyum.  

Mendengar semua penjelasan kak Rasad membuat ku terdiam, ya tuhan ternyata Sana menyukai Ziyad sedangkan kak Rasad menyukai Sana , bodoh nya aku yang merasa berbunga bunga oleh perlakuan Ziyad padaku, dan kurasa Ziyad menciumku itu hanya sebuah lelucon belaka. Apa yang sudah ku harapkan , dari awal bahkan aku tidak pantas untuk berharap, Semua yang ada di hadapanku menjadi kabur bagaikan kaca yang di terpa air , aku hanya terdiam dan menatap kak Rasad dan mencoba agar air mata ku tidak menitih .
“Apa yang akan kakak lakukan? “ tanyaku . “Tidak ada,.. hey Layanah,  apabila ku perjuangkan perasaan sukaku ini apakah Sana akan menerima ku dan menjadi milikku?” Rasad bertanya sambil menatap lurus kearah mataku. “Selama Sana masih menjaga hati nya untuk Ziyad maka semua akan berakhir dengan sia sia, karna bila seorang wanita sudah menjaga hatinya akan susah untuk merubahnya” Suaraku seolah tercekat dan bergetar ketika kujawab pertanyaan yang terlontar dari kak Rasad  .”Karna itu lah aku akan maju berjalan “ ujar Rasad memotong perkataanku . “ Kak , yang bisa ku lakukan hanyalah menjadi pendengar, jadi apa pun yang terjadi aku siap mendengarkan “ .Kuangkat lenganku dan menepuk kepala kak Rasad sebagaimana sering di lakukan nya pada ku. “ Ahahhhaha Layanah kau memperlakukan ku seperti bocah berumur sepuluh tahun , tapi terima kasih Layanah “ seru Rasad beranjak dari tempat duduk nya . “Baiklah hari sudah semakin larut tidak baik berlama lama disini, angin malam akan merusak kesehatan ayo kita kembali ke dalam “ Ajak Rasad.


Kenyataan yang ku ketahui hari ini membuatku sangat lelah, seperti unta yang terus berjalan tanpa tahu bahwa sudah sangat banyak oasis yang terlewatkan sampai akhirnya dahaga memenuhi kerongkongan . Aku telah  jatuh cinta pada orang yang salah , Sana menyukai Ziyad itu merupakan kenyataan yang sangat mengejutkan ku.Tidak kalah mengagetkan nya mengetahui bahwa kak Rasad pun menyukai Sana “mengapa semua menjadi sangat rumit “ Gumamku pelan. Terdengar suara pintu yang diketuk dari luar Tok .. Tok.. Tok “ Layanah ini aku Sana apa aku boleh masuk?” Suara Sana terdegar lembut. Bergegas ku berlari kearah pintu dan membuka nya “ Sana ? ada apa malam malam begini?” Tanyaku heran. “ Malam ini aku ingin tidur disini tidak apa apa kan Layanah,?” Tanya Sana penuh harapan . “Tidak masalah bagi ku “ Jawabku. “Bagus lah kalu begitu “ Sana berlari dan naik ke atas tempat tidur.” Sudah lama sekali aku tidak merasa sesenang ini Layanah ?” ujar Sana. “Apa ada sesuatu yang membuatmu senang Sana?” tanayku lagi. “Hari ini Ziyad bersedia menemaniku berkeliling pasar mencari kain , kau tahu biasanya Ziyad tidak akan mau menemaniku dengan alasan bahwa dia ada janji untuk berkencan , tapi hari ini dia menemaniku dan itu menyenangkan” Ungkap Sana. Mendengar itu membuat hatiku seolah teriris oleh belati yang sangat tajam, ku usahakan untuk tersenyum dan berbicara .” Sana ku rasa malam sudah sangat larut dan kita harus segera tidur” Kulayangkan tubuh ku yang terasa sangat berat ke atas tempat tidur lembut berharap esok akan segera datang agar dapat ku mulai hari yang baru.”Sepertinya kau benar Layanah, baiklah kalau begitu Selamat Malam Layanah” Sana tersenyum dan menarik selimutnya, “Selamat Malam Sana” ucapku

Kehidupan dan roda nasib berputar dengan cepat dan pasti, cawan kecil yang tadinya tergeletak indah diatas meja sekarang terjatuh dan pecah, seberapa pun air menghujani bumi, pasir tandus tetaplah menjadi padang gersang tanpa kehidupan, tersapu angin dan menghilang di telan gurun yang kejam .