Aroma pasir yang tandus menyelimuti ruangan, tanpa terpejam
sedikitpun tak terasa mentari pagi mulai menyambut , suasana di luar
sangat lah tenang berbanding terbalik dengan debaran hatiku yang tidak
dapat ku kendalikan. Ini sangat bodoh hanya karna ciuman dari seorang
pria membuatku seperti ini, terlebih lagi pria itu adalah Ziyad. “Arghk …
menyebalkan “ Tanpa sadar aku bergumam dengan wajah merah dan
melemparkan bantal kearah dinding , perlahan kutarik jemariku menyentuh
bibir merasakan sensai lembut yang kurasakan beberapa jam yang lalu,
tapi tiba tiba suara kakak menyentakku kaget .”Layanah … sampai kapan
kau akan bermalas malasan di kamar, ayo semua sudah bergegas dengan
tugas nya masing masing, biarpun paman Ameer memperlakukan kita selayak
nya anak tapi kita tetap harus bekerja untuk membalas budi nya” Gerutu
kak Ida sembari menarik selimut ku, “Ada apa Layanah wajah mu merona
bagaikan buah kurma yang ranum, apa kau sedang sakit ?” Tanya Ida. “ aku
tidak apa apa kak , mungkin karna kemarin aku bermain terlalu
berlebihan sehingga membuat ku kelelahan “ Jawab ku . “Kalau begitu
cepat bergegas Sana dan paman Ameer sudah dari tadi menanyakan mu “ Ujar
Ida lagi.” Iya kaaak.”
Satu kali dalam sebulan di kediaman paman Ameer di datang kan seorang
guru kerajinan dari China untuk mengajarkan Sana dan Ziyad berbagai
kesenian juga pengetahuan dan paman Ameer meminta ku untuk ikut belajar
bersama mereka. Diruangan yang telah disiapkan terlihat Sana dan Ziyad
yang sudah menantikanku, “ Oh tuhan hatiku belum siap , sikap apa yang
harus ku tunjukkan di depan Ziyad, “Teriakku dalam hati.
”Layanah ayo kemari kami sudah menunggu mu sedari tadi “ Ujar Ziyad
sambil menarik lengan ku untuk duduk .Kurasakan lembutnya telapak tangan
Ziyad di kulitku, terasa begitu kokoh .Sentuhan Ziyad bahkan mampu
membuat darahku mengalir terbalik, dan saat ini bagian yang tersentuh
oleh Ziyad terasa memanas , seperti halnya menenggak rum manis yang
memabukkan, dan tiba tiba suara merdu Sana merasuk ke telingaku.
“Layanah , kuharap kau tahan untuk tidak tidur karna pelajaran sangat
lah membosankan“ Bisik sana pelan .” apakah pelajaran itu sangat
membosankan sehingga membuat mu mengantuk Sana “ Bisikku . “ Sangat !?
sangat membosankan hingga mampu membuat Ziyad tertidur dengan pulas nya “
Bisik Sana lagi kali ini dengan raut wajah yang sedikit nakal.
Waktu yang cukup panjang kami lewatkan di ruangan dengan guru yang
memberikan berbagai materi pengetahuan tentang dunia luar , semua ucapan
dan pembelajaran yang kuterima membuatku sangat ingin bepergian
keseluruh penjuru dunia, begitu banyak hal yang tidak ku ketahui. Tapi
tanpa terasa waktu terus bergulir dan terik matahari yang semakin
menyengat menunjukkan bahwa separuh siang telah kami lewatkan.
“ Melelahkaaaaaaaaaaaaaaan … aku ingin bersantai dan memakan buah
kurma yang manis dan secangkir susu hangat , Layanah , Ziyad ayo jangan
hanya terdiam saja. “ Ajak Sana , Suara sana hanya melewati telingaku
tanpa bisa ku jawab,semua ini di sebabkan oleh Ziyad yang sedari tadi
berada di sampingku. Dan yang membuatku kesal adalah debaran hati ku
yang tak kunjung mereda. “Ada apa Layanah kau terlihat aneh “ Tiba tiba
saja wajah Ziyad berada di hadapanku . “ Aku tidak apa apa, tolong
singkirkan wajah mu itu Ziyad .” jawabku. “ Kau ini… ia iaaa aku
mengerti, ah aku hampir lupa tadi aku berpapasan dengan kak Azhar dan
dia berpesan agar kau segera menemuinya saat pelajaran selesai “ ucap
Ziyad sambil mengetuk ngetuk dahi nya. “ Haah kak Azhar , oh tuhan gawat
aku lupa kalo hari ini aku harus berlatih bersama kakak, Maaf Sana
sepertinya aku tidak bisa menemani mu “ Ujarku cemas. “ Tidak apa apa
Layanah aku akan minta Ziyad untuk menemani ku .” Jawab Sana sambil
tersenyum . “ Baiklah kalau begitu sampai jumpa nanti Sana,
“Kulambaikan tanganku sembari berlalu pergi meninggalkan Sana dan Ziyad .
Warna awan mulai berubah terlihat bayangan yang mulai mencondong ,
udara pun mulai mendingin perlahan . “Layanah latihan hari ini cukup ku
rasa kau sudah boleh kembali “ Ujar kak Azhar . “ Baik kak , huum kak
Ida bagaimana tarianku? “ Tanyaku pada kak Ida. “Tarian mu semakin bagus
hanya saja kau seperti tidak berkonsentrasi hari ini , ada apa gerangan
Layanah?” Pertanyaan kak Ida membuatku terdiam , tidak mungkin kujawab
bahwa Ziyad lah penyebab utama mengapa aku jadi begini . “ Aku merasa
sedikit lelah kak” Jawabku . “Istirahatlah kelelahan tidak baik untuk
tubuh , aku dan kak Azhar masih ingin berlatih sebentar lagi “pinta Ida
.” Baiklah kak .”Kulepaskan gelang di kaki ku dan berjalan keluar dari
alun alun .
Saat melewati lorong menuju kamarku sekilas kulihat kak Rasad sedang
duduk , sosok nya yang anggun sangat indah di terpa mentari yang akan
terbenam, dan membuat ku sedikit berdebar. “Ada apa Layanah ? kemarilah”
Seru kak Rasad lembut. “Kak apa yang sedang kau lamunkan di tempat ini,
sepertinya ada sesuatu yang membebani fikiranmu “ tanyaku . “ Kau
memang hebat Layanah , kau tau persis apa yang terjadi padaku tanpa
harus ku katakana “ Kak Rasad berbicara sembari menepuk kepalaku. “Lagi
lagi kau memperlakukan ku seperti anak kecil kak!?” Gerutu ku. “ Ahahah
maaf karna kau begitu mungil sehingga tanpa sengaja aku menepuk
kepalamu” Rasad berbicara dengan senyuman yang sangat lembut. “Layanah
.. kau tahu saat ini ada seorang wanita yang memenuhi fikiranku, wanita
yang bahkan dapat mengacaukan hatiku, membuatku jatuh cinta.” Ungkap
Rasad tenang. “ Benarkah itu kak? Siapa kah gerangan wanita beruntung
itu?”Tanyaku antusias dan mendekat pada kak Rasad. “Kau mengenal nya,
sangat mengenal nya, wanita itu adalah Sana” Ungkap nya lagi. Ya tuhan
bagaikan memenangkan lotre di pasar malam , perasaan ku bercampur
antara senang dan terkejut. “Sana… kau serius kak?” Tanya ku memastikan
.” Yah Sana lah wanita yang kucintai , akan tetapi saat ku ungkapkan
perasaanku saat itu juga aku patah hati,” ujarnya lirih. “Patah hati?
Kenapa kak? Kurasa tidak ada sesuatu yang membuat Sana menolak kak
Rasad, kakak merupakan pemuda baik yang sangat menawan” ujarku cepat. “
Kau tahu saat ku ungkapkan isi hatiku , Sana menyikapi dengan sangat
dewasa dia berkata bahwa sudah ada Ziyad yang mengisi hati nya, yah
setidak nya aku merasa lega sudah mengungkapkan ada yang ada di hati ku.
Paling tidak kami bisa bersikap seperti biasa tanpa harus ada rasa
tidak enak dan canggung” Jelas Rasad sambil tersenyum.
Mendengar semua penjelasan kak Rasad membuat ku terdiam, ya tuhan
ternyata Sana menyukai Ziyad sedangkan kak Rasad menyukai Sana , bodoh
nya aku yang merasa berbunga bunga oleh perlakuan Ziyad padaku, dan
kurasa Ziyad menciumku itu hanya sebuah lelucon belaka. Apa yang sudah
ku harapkan , dari awal bahkan aku tidak pantas untuk berharap, Semua
yang ada di hadapanku menjadi kabur bagaikan kaca yang di terpa air ,
aku hanya terdiam dan menatap kak Rasad dan mencoba agar air mata ku
tidak menitih .
“Apa yang akan kakak lakukan? “ tanyaku . “Tidak ada,.. hey Layanah,
apabila ku perjuangkan perasaan sukaku ini apakah Sana akan menerima ku
dan menjadi milikku?” Rasad bertanya sambil menatap lurus kearah
mataku. “Selama Sana masih menjaga hati nya untuk Ziyad maka semua akan
berakhir dengan sia sia, karna bila seorang wanita sudah menjaga hatinya
akan susah untuk merubahnya” Suaraku seolah tercekat dan bergetar
ketika kujawab pertanyaan yang terlontar dari kak Rasad .”Karna itu lah
aku akan maju berjalan “ ujar Rasad memotong perkataanku . “ Kak , yang
bisa ku lakukan hanyalah menjadi pendengar, jadi apa pun yang terjadi
aku siap mendengarkan “ .Kuangkat lenganku dan menepuk kepala kak Rasad
sebagaimana sering di lakukan nya pada ku. “ Ahahhhaha Layanah kau
memperlakukan ku seperti bocah berumur sepuluh tahun , tapi terima kasih
Layanah “ seru Rasad beranjak dari tempat duduk nya . “Baiklah hari
sudah semakin larut tidak baik berlama lama disini, angin malam akan
merusak kesehatan ayo kita kembali ke dalam “ Ajak Rasad.
Kenyataan yang ku ketahui hari ini membuatku sangat lelah, seperti
unta yang terus berjalan tanpa tahu bahwa sudah sangat banyak oasis yang
terlewatkan sampai akhirnya dahaga memenuhi kerongkongan . Aku telah
jatuh cinta pada orang yang salah , Sana menyukai Ziyad itu merupakan
kenyataan yang sangat mengejutkan ku.Tidak kalah mengagetkan nya
mengetahui bahwa kak Rasad pun menyukai Sana “mengapa semua menjadi
sangat rumit “ Gumamku pelan. Terdengar suara pintu yang diketuk dari
luar Tok .. Tok.. Tok “ Layanah ini aku Sana apa aku boleh masuk?” Suara
Sana terdegar lembut. Bergegas ku berlari kearah pintu dan membuka nya “
Sana ? ada apa malam malam begini?” Tanyaku heran. “ Malam ini aku
ingin tidur disini tidak apa apa kan Layanah,?” Tanya Sana penuh harapan
. “Tidak masalah bagi ku “ Jawabku. “Bagus lah kalu begitu “ Sana
berlari dan naik ke atas tempat tidur.” Sudah lama sekali aku tidak
merasa sesenang ini Layanah ?” ujar Sana. “Apa ada sesuatu yang
membuatmu senang Sana?” tanayku lagi. “Hari ini Ziyad bersedia
menemaniku berkeliling pasar mencari kain , kau tahu biasanya Ziyad
tidak akan mau menemaniku dengan alasan bahwa dia ada janji untuk
berkencan , tapi hari ini dia menemaniku dan itu menyenangkan” Ungkap
Sana. Mendengar itu membuat hatiku seolah teriris oleh belati yang
sangat tajam, ku usahakan untuk tersenyum dan berbicara .” Sana ku rasa
malam sudah sangat larut dan kita harus segera tidur” Kulayangkan tubuh
ku yang terasa sangat berat ke atas tempat tidur lembut berharap esok
akan segera datang agar dapat ku mulai hari yang baru.”Sepertinya kau
benar Layanah, baiklah kalau begitu Selamat Malam Layanah” Sana
tersenyum dan menarik selimutnya, “Selamat Malam Sana” ucapku
Kehidupan dan roda nasib berputar dengan cepat dan pasti, cawan kecil
yang tadinya tergeletak indah diatas meja sekarang terjatuh dan pecah,
seberapa pun air menghujani bumi, pasir tandus tetaplah menjadi padang
gersang tanpa kehidupan, tersapu angin dan menghilang di telan gurun
yang kejam .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar