Menyusuri lorong lorong megah di kediaman paman Ameer, kakiku terus
melangkah di belakang kedua saudaraku sembari terkagum kagum dan masih
belum dapat ku percaya bahwa kami tiga bersaudara akan dirawat oleh
seorang saudagar kaya yang merupakan teman semasa kecil ibu dan paman
Isaq
“ahk kalian sudah bangun ayo kemari sarapan sudah disiapkan , dan
perkenalkan ini adalah putriku satu satu nya Sana” .dari balik tubuh
paman ameer terlihat seorang anak wanita seumuran dengan ku, rambutnya
yang halus bagaikan sutra berwarna hitam mengkilap bak permata dengan
tubuh yang indah dan wajah yang bagaikan dewi. “Kuharap kalian bisa
menjadi teman akrab terutama kau Layanah “ seru paman ameer.
“Namamu Layanah ? aku Sana , sepertinya kita bisa menjadi teman yang
akrab ya Layanah “ ujar gadis itu lembut sembari menarik tangan ku .
“A..ahk ia kuharap juga begitu Sana “ jawabku ragu.
Setelah menyantap sarapan yang begitu lezat kami pergi ke alun alun
untuk mempersiapkan pesta yang akan diadakan di rumah ini, kami akan
menari dan bermusik untuk memeriahkan suasana pesta. Kupakai gemerincing
di kaki dan tanganku , melempar selendang sutra dan meliukkan tubuhku
mengikuti irama musik .tiba tiba tarianku terhenti oleh suara seseorang .
“Heeeh jadi kau anak angkat paman yang baru saja sampai disini “ seru
seorang pria yang sepertinya seumuran dengan ku. “ Ziyad hentikan itu !!
bukankah sudah kubilang agar kau memperhalus cara bicaramu, dan satu
lagi jangan berani mengganggu Layanah “ Seru Sana dari balik tiang . “
Sana…” tegurku.
“ Layanah maaf aku sudah mengganggu latihan mu, perkenalkan anak
badung itu bernama Ziyad , dan yang berada di samping ku ini Rasad
mereka merupakan sepupuku “ jelas Sana. “ Salam kenal Layanah kuharap
kau bisa nyaman tinggal disini dan kita bisa menjadi teman yang akrab “
Sela Rasad. “ Baiklah Layanah apa kami boleh berada disini melihatmu
berlatih menari “ Seru pria bernama Ziyad .” Ziyad sebaiknya kita jangan
menggagu Layanah “bantah Rasad. “Tidak apa apa kalian bisa berada
disini aku tidak merasa terganggu “ Jawabku. “Benarkah ….. ahk
beruntungnya terimakasih Layanah “ Sana berseru girang dan segera duduk
dan melihat ku menari.
Ziyad dan Rasad yang merupakn sepupu dari Sana adalah dua orang
pemuda yang sangat bertolak belakang, Ziyad merupakan seorang pria yang
sepertinya sangat suka bermain dan merayu wanita yah setidaknya itulah
yang terlihat dari gerak geriknya wajah tampan berkulit putih dengan
rambut hitam yang panjang dan indah , bibirnya merah bagaikan darah
dengan mata nakalnya yang menawan. Sedangkan Rasad sepertinya tipe
serius yang selalu menjaga sikap yah mungkin karna usianya terpaut
diatas kami bertiga perawakan yang tinggi penampilannya pun sangat
elegan tata bahasa yang sopan dan sangat ramah juga baik. Kuharap kami
berempat dapat segera menjadi teman yang akrab.
Malam hari dikediaman paman Ameer , aula indah berhiaskan lampu lampu
kristal yang indah, hidangan lezat yang tersedia diatas meja , dan
tempat duduk indah beralaskan kulit harimau berkwalitas tinggi, malam
ini merupakan acara ulang tahun paman Ameer . Seluruh rekan dagang dari
berbagai penjuru Negara datang berbondong bondong dengan membawa hadiah
hadiah luar biasa dan untaian doa pun bersahutan.
“Terima kasih pada teman teman yang telah datang ke rumah ku yang
sederhana ini, malam ini adalah hari ulang tahun ku mari kita semua
menikmati hidangan yang telah terhidang dan hiburan yang akan
ditampilkan oleh anak angkatku Layanah “ Suara lantang paman ameer
mengalahkan suara tepuk tangan yang saling bersahutan.
Ditengah aula dentingan kecapi dan alunan suling mengiringi
gemerincing kaki ku saat menari, semua mata terpusat pada ku sehingga
membuatku merasa sedikit gugup , “aahk baru kali ini aku menari dengan
pakaian indah dan disaksikan oleh beratus pasang mata” gumamku dalam
hati. Kulihat disamping paman ameer Sana yang sedang duduk dengan anggun
nya, juga disudut ruangan sebelah kiri kulihat Ziyad sedang merayu
gadis gadis, kulanjutkan tarianku tapi tak terasa dentingan musik mulai
menjauh yang mengisyaratkan tarianku agar berhenti, Suara tepuk tangan
bergema diaula yang besar ini suatu kepuasan yang tak terbendung
dihatiku, saat sedang berjalan menuju keluar ruangan, aku dikagetkan
oleh suara dari balik jendela besar disampingku “Sungguh tarian yang
indah, kau bagaikan burung yang terbang “ . Rasad berjalan kearahku dari
balik jendela . “ ahk ternyata kau kak rasad, terima kasih atas
pujianmu kukira kau tak berada disini karna aku tidak melihat mu. “
Jawabku. “ahahhhaha yah aku memang tidak terlalu suka dengan keramaian
maka dari itu lah aku bersembunyi di beranda, tapi mataku terpesona oleh
tarian seorang gadis kecil “ Ujarnya sambil tertawa dan menepuk
kepalaku pelan. “ Kau memperlakukan ku seperti anak kecil kak “
Kusisihkan tangan besar kak rasad dari kepalaku . “ Ups maaf kan aku ya
anti… karna telah bersikap tidak sopan dengan memperlakukan mu seperti
anak kecil “ Rasad membungkuk dan mengayunkan tangan nya kehidung dan
dahinya memberi salam padaku. “ Kau membuatku malu kak.. baiklah
sepertinya aku harus pergi dan berganti pakaian “ Ujarku menahan malu
yang bahkan telah membuat wajahku memerah.
“ Ahahaha reaksimu benar benar menarik Layanah, baiklah kalau begitu “ ujar Rasad lagi.
Ya tuhaaaaaaaaaan perlakuan kak Rasad benar benar diluar dugaan
membuat ku menjadi salah tingkah , kukira dia bukan lah lelaki yang suka
menjahili wanita tapi ternyata aaarghk . “Layanah …!?” terdengar sebuah
suara memanggil namaku dari belakang . “Sana… apa yang kau lakukan
disini? Bukankah seharusnya kau berada di aula bersama paman Ameer “
Tanyaku bingung. “ Huh aku bosan berada diasana jadi diam diam aku kabur
dan kebetulan aku melihatmu “ Jawab Sana singkat. “ Bukankah itu tidak
baik “ selaku. “Tenang saja aku sudah biasa menyelinap seperti ini, huum
ayo ikut aku Layanah” Ajak Sana sambil menarik tanagnku . “Hendak
kemana kita? “Tanayaku . “Ikuti saja kita akan ketaman belakang disana
Ziyad dan Rasad sudah menunggu , kami selalu menyelinap untuk
menghindari keramaian pesta “ Sara berbicara dengan senyuman di wajah
nya.
“Ziyaaad, Rasaad ahahahh ternyata kalian sudah disini, lihat
kebetulan aku bertemu Layanah jadi ku ajak dia kesini , oh ia Layanah
kau tunggu disini bersama Ziyad aku dan Rasad akan mengambil makanan dan
minuman , sebentar saja kami akan kembali“ujar Sana dan berlalu bersama
Rasad. Dibelakang paviliun terdapat sebuah taman luas dan kolam dengan
mimbar di tengah nya . “Waaah indah nya tempat ini bintang dan bulan
terlihat sangat jelas “ Tanpa sadar aku berputar dengan wajah yang
mengadah kelangit.
“Bila kau melihat keatas maka kau akan tersandung dan jatuh Layanah”
Bisik Ziyad di telingaku. “A..aku tidak apa apa “ balasku parau. “Kau
begitu cantik saat menari Layanah… seperti air yang tertumpah dari
ngarai “ Ucap Ziyad. “Te..terima kasih ku kira kau tak memperhatikan
karna sibuk merayu para wanita di aula tadi “ ujarku berusaha
tenang.”Ahhahah aku memperhatikan tarianmu dari awal Layanah, “ . Ucapan
Ziyad membuat jantungku berdebar ditambah lagi ZIyad terlihat sangat
indah saat sinar bulan menerpa wajah nya, “Layanaaaaaaah kami sudah
menyiapkan makanan dan minuman ayo kita bersantai sambil menikmati
bintang malam ini, ahk aku punya ide bagaimana kalau Layanah menari
untuk kita” Pinta Sana. “ Tapi… akuu“ujarku bingung . “Itu merupakan ide
yang bagus ayo lah Layanah aku setuju dengan ide Sana , bagaimana
dengan mu Rasad?” Tanya Ziyad dan melemparkan pandangan pada Rasad.” Aku
setuju” jawab Rasad singkat. “huum baiklah “ jawabku ragu .
Malam yang tenang di sirami oleh sinar bulan, menari diatas mimbar di
tengah kolam besar yang tak kalah indahnya suara alam dan binatang
malam menjadi musik yang mengiringi tarianku, bunyi gemerincing air dan
gelang kakaiku menyatu, tapi hanya debaran dihatiku yang tak dapat
kukendalikan, dibutakan oleh kata kata dan sosok indah Ziyad yang masih
terngiang menghiasi pupil mataku. Malam ini tarianku adalah untuk nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar