flower

Sabtu, 25 Maret 2017

It's long day

Lama nya Blog ini terlantar ....
semog abisa di urus deh ahahhahaha
Insyaallah bakal di urus sih 
mau coret coret cantik lah .....

Kamis, 20 Agustus 2015

səhra IV

Aroma pasir yang tandus menyelimuti ruangan, tanpa terpejam sedikitpun tak terasa mentari pagi mulai menyambut , suasana di luar sangat lah tenang berbanding terbalik dengan debaran hatiku yang tidak dapat ku kendalikan. Ini sangat bodoh hanya karna ciuman dari seorang pria membuatku seperti ini, terlebih lagi pria itu adalah Ziyad. “Arghk … menyebalkan “ Tanpa sadar aku bergumam dengan wajah merah dan melemparkan bantal kearah dinding , perlahan kutarik jemariku menyentuh bibir merasakan sensai lembut yang kurasakan beberapa jam yang lalu, tapi tiba tiba suara kakak menyentakku kaget .”Layanah … sampai kapan kau akan bermalas malasan di kamar, ayo semua sudah bergegas dengan tugas nya masing masing, biarpun paman Ameer memperlakukan kita selayak nya anak tapi kita tetap harus bekerja untuk membalas budi nya” Gerutu kak Ida sembari menarik selimut ku, “Ada apa Layanah wajah mu merona bagaikan buah kurma yang ranum, apa kau sedang sakit ?” Tanya Ida. “ aku tidak apa apa kak , mungkin karna kemarin aku bermain terlalu berlebihan sehingga membuat ku kelelahan “ Jawab ku . “Kalau begitu cepat bergegas Sana dan paman Ameer sudah dari tadi menanyakan mu “ Ujar Ida lagi.” Iya kaaak.”


Satu kali dalam sebulan di kediaman paman Ameer di datang kan seorang guru kerajinan dari China untuk mengajarkan Sana dan Ziyad berbagai kesenian juga pengetahuan dan paman Ameer meminta ku untuk ikut belajar bersama mereka. Diruangan yang telah disiapkan terlihat Sana dan Ziyad yang sudah menantikanku, “ Oh tuhan hatiku belum siap , sikap apa yang harus ku tunjukkan di depan Ziyad, “Teriakku dalam hati.
”Layanah ayo kemari kami sudah menunggu mu sedari tadi “ Ujar Ziyad sambil menarik lengan ku untuk duduk .Kurasakan lembutnya telapak tangan Ziyad di kulitku, terasa begitu kokoh .Sentuhan Ziyad bahkan mampu membuat darahku mengalir terbalik, dan saat ini bagian yang tersentuh oleh Ziyad terasa memanas , seperti halnya menenggak rum manis yang memabukkan, dan tiba tiba suara merdu Sana merasuk ke telingaku. “Layanah , kuharap kau tahan untuk tidak tidur karna pelajaran sangat lah membosankan“ Bisik sana pelan .” apakah pelajaran itu sangat membosankan sehingga membuat mu mengantuk Sana “ Bisikku . “ Sangat !? sangat membosankan hingga mampu membuat Ziyad tertidur dengan pulas nya “ Bisik Sana lagi kali ini dengan raut wajah yang sedikit nakal.


Waktu yang cukup panjang kami lewatkan di ruangan dengan guru yang memberikan berbagai materi pengetahuan tentang dunia luar , semua ucapan dan pembelajaran yang kuterima membuatku sangat ingin bepergian keseluruh penjuru dunia, begitu banyak hal yang tidak ku ketahui. Tapi tanpa terasa waktu terus bergulir dan terik matahari yang semakin menyengat menunjukkan bahwa separuh siang telah kami lewatkan.
“ Melelahkaaaaaaaaaaaaaaan … aku ingin bersantai dan memakan buah kurma yang manis dan secangkir susu hangat , Layanah , Ziyad ayo jangan hanya terdiam saja. “ Ajak Sana , Suara sana hanya melewati telingaku tanpa bisa ku jawab,semua ini di sebabkan oleh Ziyad yang sedari tadi berada di sampingku. Dan yang membuatku kesal adalah debaran hati ku yang tak kunjung mereda. “Ada apa Layanah kau terlihat aneh “ Tiba tiba saja wajah Ziyad berada di hadapanku . “ Aku tidak apa apa, tolong singkirkan wajah mu itu Ziyad .” jawabku. “ Kau ini… ia iaaa aku mengerti, ah aku hampir lupa tadi aku berpapasan dengan kak Azhar dan dia berpesan agar kau segera menemuinya saat pelajaran selesai “ ucap Ziyad sambil mengetuk ngetuk dahi nya. “ Haah kak Azhar , oh tuhan gawat aku lupa kalo hari ini aku harus berlatih bersama kakak, Maaf Sana sepertinya aku tidak bisa menemani mu “ Ujarku cemas. “ Tidak apa apa Layanah aku akan minta Ziyad untuk menemani ku .” Jawab Sana sambil tersenyum . “ Baiklah kalau begitu sampai jumpa nanti Sana,  “Kulambaikan tanganku sembari berlalu pergi meninggalkan Sana dan Ziyad .


Warna awan mulai berubah terlihat bayangan yang mulai mencondong , udara pun mulai mendingin perlahan . “Layanah latihan hari ini cukup ku rasa kau sudah boleh kembali “ Ujar kak Azhar . “ Baik kak , huum kak Ida bagaimana tarianku? “ Tanyaku pada kak Ida. “Tarian mu semakin bagus hanya saja kau seperti tidak berkonsentrasi hari ini , ada apa gerangan Layanah?” Pertanyaan kak Ida membuatku terdiam , tidak mungkin kujawab bahwa Ziyad lah penyebab utama mengapa aku jadi begini . “ Aku merasa sedikit lelah kak” Jawabku . “Istirahatlah kelelahan tidak baik untuk tubuh , aku dan kak Azhar masih ingin berlatih sebentar lagi “pinta Ida .” Baiklah kak .”Kulepaskan gelang di kaki ku dan berjalan keluar dari alun alun .


Saat melewati lorong menuju kamarku sekilas kulihat kak Rasad sedang duduk , sosok nya yang anggun sangat indah di terpa mentari yang akan terbenam, dan membuat ku sedikit berdebar. “Ada apa Layanah ? kemarilah” Seru kak Rasad lembut. “Kak apa yang sedang kau lamunkan di tempat ini, sepertinya ada sesuatu yang membebani fikiranmu “ tanyaku . “ Kau memang hebat Layanah , kau tau persis apa yang terjadi padaku tanpa harus ku katakana “ Kak Rasad berbicara sembari menepuk kepalaku. “Lagi lagi kau memperlakukan ku seperti anak kecil kak!?” Gerutu ku. “ Ahahah maaf karna kau begitu mungil sehingga tanpa sengaja aku menepuk kepalamu” Rasad berbicara dengan senyuman yang sangat lembut. “Layanah .. kau tahu saat ini ada seorang wanita yang memenuhi fikiranku, wanita yang bahkan dapat mengacaukan hatiku, membuatku jatuh cinta.” Ungkap Rasad tenang. “ Benarkah itu kak? Siapa kah gerangan wanita beruntung itu?”Tanyaku antusias dan mendekat pada kak Rasad. “Kau mengenal nya, sangat mengenal nya, wanita itu adalah Sana” Ungkap nya lagi. Ya tuhan  bagaikan memenangkan lotre di pasar malam , perasaan ku bercampur antara senang dan terkejut. “Sana… kau serius kak?” Tanya ku memastikan .” Yah Sana lah wanita yang kucintai , akan tetapi saat ku ungkapkan perasaanku saat itu juga aku patah hati,” ujarnya lirih. “Patah hati? Kenapa kak? Kurasa tidak ada sesuatu yang membuat Sana menolak kak Rasad, kakak merupakan pemuda baik yang sangat menawan” ujarku cepat. “ Kau tahu saat ku ungkapkan isi hatiku , Sana menyikapi dengan sangat dewasa dia berkata bahwa sudah ada Ziyad yang mengisi hati nya, yah setidak nya aku merasa lega sudah mengungkapkan ada yang ada di hati ku. Paling tidak kami bisa bersikap seperti biasa tanpa harus ada rasa tidak enak dan canggung” Jelas Rasad sambil tersenyum.  

Mendengar semua penjelasan kak Rasad membuat ku terdiam, ya tuhan ternyata Sana menyukai Ziyad sedangkan kak Rasad menyukai Sana , bodoh nya aku yang merasa berbunga bunga oleh perlakuan Ziyad padaku, dan kurasa Ziyad menciumku itu hanya sebuah lelucon belaka. Apa yang sudah ku harapkan , dari awal bahkan aku tidak pantas untuk berharap, Semua yang ada di hadapanku menjadi kabur bagaikan kaca yang di terpa air , aku hanya terdiam dan menatap kak Rasad dan mencoba agar air mata ku tidak menitih .
“Apa yang akan kakak lakukan? “ tanyaku . “Tidak ada,.. hey Layanah,  apabila ku perjuangkan perasaan sukaku ini apakah Sana akan menerima ku dan menjadi milikku?” Rasad bertanya sambil menatap lurus kearah mataku. “Selama Sana masih menjaga hati nya untuk Ziyad maka semua akan berakhir dengan sia sia, karna bila seorang wanita sudah menjaga hatinya akan susah untuk merubahnya” Suaraku seolah tercekat dan bergetar ketika kujawab pertanyaan yang terlontar dari kak Rasad  .”Karna itu lah aku akan maju berjalan “ ujar Rasad memotong perkataanku . “ Kak , yang bisa ku lakukan hanyalah menjadi pendengar, jadi apa pun yang terjadi aku siap mendengarkan “ .Kuangkat lenganku dan menepuk kepala kak Rasad sebagaimana sering di lakukan nya pada ku. “ Ahahhhaha Layanah kau memperlakukan ku seperti bocah berumur sepuluh tahun , tapi terima kasih Layanah “ seru Rasad beranjak dari tempat duduk nya . “Baiklah hari sudah semakin larut tidak baik berlama lama disini, angin malam akan merusak kesehatan ayo kita kembali ke dalam “ Ajak Rasad.


Kenyataan yang ku ketahui hari ini membuatku sangat lelah, seperti unta yang terus berjalan tanpa tahu bahwa sudah sangat banyak oasis yang terlewatkan sampai akhirnya dahaga memenuhi kerongkongan . Aku telah  jatuh cinta pada orang yang salah , Sana menyukai Ziyad itu merupakan kenyataan yang sangat mengejutkan ku.Tidak kalah mengagetkan nya mengetahui bahwa kak Rasad pun menyukai Sana “mengapa semua menjadi sangat rumit “ Gumamku pelan. Terdengar suara pintu yang diketuk dari luar Tok .. Tok.. Tok “ Layanah ini aku Sana apa aku boleh masuk?” Suara Sana terdegar lembut. Bergegas ku berlari kearah pintu dan membuka nya “ Sana ? ada apa malam malam begini?” Tanyaku heran. “ Malam ini aku ingin tidur disini tidak apa apa kan Layanah,?” Tanya Sana penuh harapan . “Tidak masalah bagi ku “ Jawabku. “Bagus lah kalu begitu “ Sana berlari dan naik ke atas tempat tidur.” Sudah lama sekali aku tidak merasa sesenang ini Layanah ?” ujar Sana. “Apa ada sesuatu yang membuatmu senang Sana?” tanayku lagi. “Hari ini Ziyad bersedia menemaniku berkeliling pasar mencari kain , kau tahu biasanya Ziyad tidak akan mau menemaniku dengan alasan bahwa dia ada janji untuk berkencan , tapi hari ini dia menemaniku dan itu menyenangkan” Ungkap Sana. Mendengar itu membuat hatiku seolah teriris oleh belati yang sangat tajam, ku usahakan untuk tersenyum dan berbicara .” Sana ku rasa malam sudah sangat larut dan kita harus segera tidur” Kulayangkan tubuh ku yang terasa sangat berat ke atas tempat tidur lembut berharap esok akan segera datang agar dapat ku mulai hari yang baru.”Sepertinya kau benar Layanah, baiklah kalau begitu Selamat Malam Layanah” Sana tersenyum dan menarik selimutnya, “Selamat Malam Sana” ucapku

Kehidupan dan roda nasib berputar dengan cepat dan pasti, cawan kecil yang tadinya tergeletak indah diatas meja sekarang terjatuh dan pecah, seberapa pun air menghujani bumi, pasir tandus tetaplah menjadi padang gersang tanpa kehidupan, tersapu angin dan menghilang di telan gurun yang kejam .

Selasa, 18 Agustus 2015

səhra ( Part III )

Angin bertiup sedikit lebih  kencang  dari biasanya dan membawa debu pasir gurun hingga ke halaman , setelah kemegahan pesta semalam entah mengapa suasana pagi ini terasa sangat  tenang, di taman samping kulihat Sana berdiri berdampingan dengan Rasad , mereka terlihat sedang berbincang dengan serius. “ Sepertinya sangat tidak tepat untuk menyapa mereka “ bisikku dalam hati. Berputar dan melewati alun alun merasakan hembusan angin yang semilir , untuk sejenak kurasakan tubuhku berada di alam yang lain.Tapi tiba tiba lamunan ku di buyarkan oleh pemandangan yang sangat mengganggu. Disudut ruangan berdiri Ziyad yang sedang melancarkan rayuan nya pada salah seorang dayang.



“ Apa yang kau lakukan di pagi hari Ziyad “ tegurku sembari menarik kuat daun telinga Ziyad. “ Awww Layanah… kenapa kau menarik telingaku “ Ujar Ziyad , dengan sigap sang dayang itu pun kabur , kurasa dia merasa tidak enak pada ku. “ Kenapa di pagi hari aku harus mendapati pemandangan kau yang sedang merayu wanita “ ujarku lagi sambil berlalu pelan. “ Kau cemburu Layanah ?” Tanya Ziyad jahil. “ Apa wajah ku terlihat cemburu Ziyad?” tanyaku dan memutar tubuhku menghadap Ziyad. “ Ahaahahah kau memang menarik Layanah , hum dimana Sana ? sepertinya tadi dia tergesa gesa mencari mu karna ingin mengajak mu ke pasar, karna hari ini akan ada perayaan dan pasar akan di penuhi kemeriahan yang sangat menarik” Tanya Ziyad . “ Sana sedang bericara dengan kak Rasad di taman samping, sepertinya obrolan mereka serius dan aku merasa tak enak bila menyela pembicaraan mereka  “ Jelasku.



Tiba tiba saja suara Sana menggema di udara “ LAYANAAAAH …. Ternyata kau disini” seru Sana dengan terengah engah. “ Sana… kenapa kau berlarian seperti itu” tanyaku kaget. “Sudahlah nanti akan ku jelaskan sekarang kita harus bergegas karna festival di pasar akan segera dimulai ayooo. Ziyad kau juga harus ikut Rasad sudah menunggu di pintu gerbang “ ujar Sana. “tapi.. kita harus pamit pada paman Ameer dan kakak ku” cetus ku . “Aku sudah memberi tahu ayah dan kakak mu ayo hari ini kita akan bermain sampai puas “ terang Sana dengan masih menarik tangan ku dan berlari kearah gerbang. “ Rasaaaad .. maaf kami membuat mu menunggu “ Teriak Sana. “ Hooh semua sudah berkumpul , ayo kita segera bergegas pergi sebelum jalan di penuhi dengan orang dan musafir yang datang untuk menyaksikan festival “ Rasad berbicara dengan raut wajah yang sedikit lain dari biasanya.



Jalan jalan di pasar di penuhi dengan hiasan indah dan gemerlap banyak orang berkumpul dan melihat festival, para pedagang pun bertambah di lorong lorong, mereka menjajalkan kain tenun indah dan hasan rambut yang juga tak kalah indah, para pengrajin memintal dengan riang dan beberapa anak muda beratraksi memeriahkan suasana, dan saat ku ankat kepalaku menatap ke atas terlihat sulur tali yang menghiasi dari satu bangunan  ke bangunan yang lain terjalin indah dan mengesankan, siapa yang akan menyangka kalau kota ini terletak di tengah gurun pasir gersang . gemericik air, suara gendang yang di tabuh dan alunan seruling dari seorang pawang ular bersahut sahutan


“ Layanah .. hati hati dengan langkahmu bila kau terus melamun seperti itu maka kau akan terjatuh “ tiba tiba suara Ziyad mengejutkan ku .” Aku tahu dan aku tidak melamun hanya terpesona saja “ gerutu ku.”Layanah lihat hiasan rambut ini sangat indah aku mau membelinya bagaimana menurutmu ?” Tanya Sana. “Indah… kurasa akan semakin terlihat indah di rambutmu yang hitam Sana” jawabku. “Benarkah , baiklah kalau begitu aku akan membelinya, paman aku minta hiasan rambut ini dua “ Ujar Sana pada paman penjual . “Dua ..? “tanyaku bingung. “Ya dua, satu untukku dan satu lagi untuk mu “ Sana memberikan hiasan rambut indah itu padaku. “ Terima kasih Sana “ .betapa senang nya perasaanku saat menerima hiasan rambut itu dari Sana. “ Aa~~h Rasad belikan aku sesuatu bukan kah kita adalah teman yang akrab “ pinta Ziyad manja sambil melingkarkan tangan nya ke pundak Rasad. “ Baiklah aku akan membelikan mu hiasan rambut yang sama dengan Sana dan Layanah “ sahut Rasad jahil. “AHAHHAHAHAHAHAHAHHAHA “ Tiba tiba saja tawa ku dan Sana memecah keriuhan pasar. “ Apa kau bercanda Rasad, Sana dan Layanah hentikan tawa kalian itu “ Ziyad dengan wajah yang memerah karna malu mengejar kami yang berlarian di kerumunan pasar.




Tanpa terasa malam menjemput dan lampu lampu jalan dan lorong mulai menyala, kilauan api obor membuat suasana semakin meriah, tanpa sadar kaki ku melangkah mengikuti hiruk pikuk festival yang masih terus berlangsung dan tiba tiba langkahku terhenti di sebuah taman, disana terlihat para penari cantik sedang menari untuk menghibur orang orang , begitu indah liukan tubuh penari itu membuat mataku hanya dapat menatap lurus ke depan, “ Sana , kak Rasad lihat penampilan penari itu sangat lincah dan indah “ Ujarku sembari melihat kebelakang, akan tetapi saat ku putar tubuhku ke belakang ternyata kak Rasad dan Sana tak ada di belakangku, oh tuhan ternyata aku tersesat di dalam keramaian ini mustahil untuk menemukan mereka, seperti terkena sengatan ubur ubur kepanikanku bertambah dan semakin bertambah,lalu tiba tiba lenganku ditarik oleh seseorang. “Layanah … akhirnya kutemukan kau .” seru Ziyad sambil terengah engah .” Kau membuat ku cemas, bukan kah sudah ku bilang jangan sampai terpisah “ Lanjutnya. “Maaf .. aku tidak menyangka akan tersesat .” Entah itu karna takut atau lega tapi air mataku mengalir begitu melihat Ziyad. “ Sudahlah tenangkan dirimu “ Ziyad menarikku keluar dari kerumunan




“Ini minumlah “ Ziyad memberiku secangkir susu panas. “Terima kasih “ Kuambil gelas itu dan meneguknya dan kurasakan kecemasanku berangsur angsur larut seperti terbawa air , ku rasakan Ziyad yang terus menatap wajahku dan itu membuat jantunggu berdetak dengan sangat kencang . “aku sudah tenang Ziyad kau tak perlu cemas “ ujarku. “Baiklah kalau begitu ayo kita segera pulang ,karna aku yakin saat ini Sana dan Rasad pasti cemas“ .
Ziyad berdiri dan menaruh gelas susu di atas meja. “Layanah ….” Tiba tiba Ziyad memanggilku lembut . “Ya ada apa “ jawabku sembari berdiri dan menghadap Ziyad. Dan tiba tiba aku dikejutkan dengan sebuah pelukan hangat “ Zi..yad ?” dan kata kataku pun terputus karna tiba tiba kurasakan bibir lembut Ziyad di bibirku, ya tuhan kami berciuman di depan begitu banyak orang dan membuat fikiran ku kacau seperti sebuah badai gurun dahsyat.
“ Ayo kita segera pulang “ Bisik Ziyad di telinga ku lembut . “ hu-um “ anggukku pelan.


Ya tuhan apa yang terjadi? Dan mengapa hati ku terus berdebar dengan kencang , malam itu menyusuri jalan yang dihiasi obor bersama Ziyad yang kulakukan hanyalah menunduk dan tak berani menatap wajah  Ziyad,yang kulakukan hanyalah menatap jalan dan sekilas melirik kea rah punggung Ziyad yang besar dan bidang sehingga membuat debaran hatiku semakin cepat dan cepat  tanpa bisa kukendalikan. Manis bagaikan buah kurma yang matang sempurna akan tetapi dalam waktu bersamaan juga terasa menusuk dan nyeri bagikan terkena tusukan duri kaktus padang pasir , apakah ini yang disebut cinta oleh para pujangga.

Kamis, 13 Agustus 2015

səhra (Part II)

Menyusuri lorong lorong megah di kediaman paman Ameer, kakiku terus melangkah di belakang kedua saudaraku sembari terkagum kagum dan masih belum dapat ku percaya bahwa kami tiga bersaudara akan dirawat oleh seorang saudagar kaya yang merupakan teman semasa kecil ibu dan  paman Isaq

“ahk kalian sudah bangun ayo kemari sarapan sudah disiapkan , dan perkenalkan ini adalah putriku satu satu nya Sana” .dari balik tubuh paman ameer terlihat seorang anak wanita seumuran dengan ku, rambutnya yang halus bagaikan sutra berwarna hitam mengkilap bak permata dengan tubuh yang indah dan wajah yang bagaikan dewi. “Kuharap kalian bisa menjadi teman akrab terutama kau Layanah “ seru paman ameer.
“Namamu Layanah ? aku Sana , sepertinya kita bisa menjadi teman yang akrab ya Layanah “ ujar gadis itu lembut sembari menarik tangan ku . “A..ahk ia kuharap juga begitu Sana “ jawabku ragu.


Setelah  menyantap sarapan yang begitu lezat kami pergi ke alun alun untuk mempersiapkan pesta yang akan diadakan di rumah ini, kami akan menari dan bermusik untuk memeriahkan suasana pesta. Kupakai gemerincing di kaki dan tanganku , melempar selendang sutra dan meliukkan tubuhku mengikuti irama musik .tiba tiba tarianku terhenti oleh suara seseorang . “Heeeh jadi kau anak angkat paman yang baru saja sampai disini “ seru seorang pria yang sepertinya seumuran dengan ku. “ Ziyad hentikan itu !! bukankah sudah kubilang agar kau memperhalus cara bicaramu, dan satu lagi jangan berani mengganggu Layanah “ Seru Sana dari balik tiang . “ Sana…” tegurku.
“ Layanah maaf aku sudah mengganggu latihan mu, perkenalkan anak badung itu bernama Ziyad , dan yang berada di samping ku ini Rasad mereka merupakan sepupuku “ jelas Sana. “ Salam kenal Layanah kuharap kau bisa nyaman tinggal disini dan kita bisa menjadi teman yang akrab “ Sela Rasad. “ Baiklah Layanah apa kami boleh berada disini melihatmu berlatih menari “ Seru pria bernama Ziyad .” Ziyad sebaiknya kita jangan menggagu Layanah “bantah Rasad. “Tidak apa apa kalian bisa berada disini aku tidak merasa terganggu “ Jawabku. “Benarkah ….. ahk beruntungnya terimakasih Layanah “ Sana berseru girang dan segera duduk dan melihat ku menari.


 Ziyad dan Rasad yang merupakn sepupu dari Sana adalah dua orang pemuda yang sangat bertolak belakang, Ziyad merupakan seorang pria yang sepertinya sangat suka bermain dan merayu wanita yah setidaknya itulah yang terlihat dari gerak geriknya wajah tampan berkulit putih dengan rambut hitam yang panjang dan indah , bibirnya merah bagaikan darah dengan mata nakalnya yang menawan. Sedangkan Rasad sepertinya tipe serius yang selalu menjaga sikap yah mungkin karna usianya terpaut diatas kami bertiga perawakan yang tinggi penampilannya pun sangat elegan tata bahasa yang sopan dan sangat ramah juga baik. Kuharap kami berempat dapat segera menjadi teman yang akrab.


Malam hari dikediaman paman Ameer , aula indah berhiaskan lampu lampu kristal yang indah, hidangan lezat yang tersedia diatas meja , dan tempat duduk indah beralaskan kulit harimau berkwalitas tinggi, malam ini merupakan acara ulang tahun paman Ameer . Seluruh rekan dagang dari berbagai penjuru Negara datang berbondong bondong dengan membawa hadiah hadiah luar biasa dan untaian doa pun bersahutan.
“Terima kasih pada teman teman yang telah datang ke rumah ku yang sederhana ini, malam ini adalah hari ulang tahun ku mari kita semua menikmati hidangan yang telah terhidang dan hiburan yang akan ditampilkan oleh anak angkatku Layanah “ Suara lantang paman ameer mengalahkan suara tepuk tangan yang saling bersahutan.

Ditengah aula dentingan kecapi dan alunan suling mengiringi gemerincing kaki ku saat menari, semua mata terpusat pada ku sehingga membuatku merasa sedikit gugup , “aahk baru kali ini aku menari dengan pakaian indah dan disaksikan oleh beratus pasang mata” gumamku dalam hati. Kulihat disamping paman ameer Sana yang sedang duduk dengan anggun nya, juga disudut ruangan sebelah kiri kulihat Ziyad sedang merayu gadis gadis, kulanjutkan tarianku tapi tak terasa dentingan musik mulai menjauh yang mengisyaratkan tarianku agar berhenti, Suara tepuk tangan bergema diaula yang besar ini suatu kepuasan yang tak terbendung dihatiku, saat sedang berjalan menuju keluar ruangan, aku dikagetkan oleh suara dari balik jendela besar disampingku “Sungguh tarian yang indah, kau bagaikan burung yang terbang “ . Rasad berjalan kearahku dari balik jendela . “ ahk ternyata kau kak rasad, terima kasih atas pujianmu kukira kau tak berada disini karna aku tidak melihat mu. “ Jawabku. “ahahhhaha yah aku memang tidak terlalu suka dengan keramaian maka dari itu lah aku bersembunyi di beranda, tapi mataku terpesona oleh tarian seorang gadis kecil “ Ujarnya sambil tertawa dan menepuk kepalaku pelan. “ Kau memperlakukan ku seperti anak kecil kak “ Kusisihkan tangan besar kak rasad dari kepalaku . “ Ups maaf kan aku ya anti… karna telah bersikap tidak sopan dengan memperlakukan mu seperti anak kecil “ Rasad membungkuk dan mengayunkan tangan nya kehidung dan dahinya memberi salam padaku. “ Kau membuatku malu kak.. baiklah sepertinya aku harus pergi dan berganti pakaian “ Ujarku menahan malu yang bahkan telah membuat wajahku memerah.
 “ Ahahaha reaksimu benar benar menarik Layanah, baiklah kalau begitu “  ujar Rasad lagi.


Ya tuhaaaaaaaaaan perlakuan kak Rasad benar benar diluar dugaan membuat ku menjadi salah tingkah , kukira dia bukan lah lelaki yang suka menjahili wanita tapi ternyata aaarghk . “Layanah …!?” terdengar sebuah suara memanggil namaku dari belakang . “Sana… apa yang kau lakukan disini? Bukankah seharusnya kau berada di aula bersama paman Ameer “ Tanyaku bingung. “ Huh aku bosan berada diasana jadi diam diam aku kabur dan kebetulan aku melihatmu “ Jawab Sana singkat. “ Bukankah itu tidak baik “ selaku. “Tenang saja aku sudah biasa menyelinap seperti ini, huum ayo ikut aku Layanah” Ajak Sana sambil menarik tanagnku . “Hendak kemana kita? “Tanayaku . “Ikuti saja kita akan ketaman belakang disana Ziyad dan Rasad sudah menunggu , kami selalu menyelinap untuk menghindari keramaian pesta “ Sara berbicara dengan senyuman di wajah nya.

“Ziyaaad, Rasaad ahahahh ternyata kalian sudah disini, lihat kebetulan aku bertemu Layanah jadi ku ajak dia kesini , oh ia Layanah kau tunggu disini bersama Ziyad aku dan Rasad akan mengambil makanan dan minuman , sebentar saja kami akan kembali“ujar Sana dan berlalu bersama Rasad. Dibelakang paviliun terdapat sebuah taman luas dan kolam dengan mimbar di tengah nya . “Waaah indah nya tempat ini bintang dan bulan terlihat sangat jelas “ Tanpa sadar aku berputar dengan wajah yang mengadah kelangit.

“Bila kau melihat keatas maka kau akan tersandung dan jatuh Layanah” Bisik Ziyad di telingaku. “A..aku tidak apa apa “ balasku parau. “Kau begitu cantik saat menari Layanah… seperti air yang tertumpah dari ngarai “ Ucap Ziyad. “Te..terima kasih ku kira kau tak memperhatikan karna sibuk merayu para wanita di aula tadi “ ujarku berusaha tenang.”Ahhahah aku memperhatikan tarianmu dari awal Layanah, “ . Ucapan Ziyad membuat jantungku berdebar ditambah lagi ZIyad terlihat sangat indah saat sinar bulan menerpa wajah nya, “Layanaaaaaaah kami sudah menyiapkan makanan dan minuman ayo kita bersantai sambil menikmati bintang malam ini, ahk aku punya ide bagaimana kalau Layanah menari untuk kita” Pinta Sana. “ Tapi… akuu“ujarku bingung . “Itu merupakan ide yang bagus ayo lah Layanah aku setuju dengan ide Sana , bagaimana dengan mu Rasad?” Tanya Ziyad dan melemparkan pandangan pada Rasad.” Aku setuju” jawab Rasad singkat. “huum baiklah “ jawabku ragu .


Malam yang tenang di sirami oleh sinar bulan, menari diatas mimbar di tengah kolam besar yang tak kalah indahnya suara alam dan binatang malam menjadi musik yang mengiringi tarianku, bunyi gemerincing air dan gelang kakaiku menyatu, tapi hanya debaran dihatiku yang tak dapat kukendalikan, dibutakan oleh kata kata dan sosok indah Ziyad yang masih terngiang menghiasi pupil mataku. Malam ini tarianku adalah untuk nya.

Kamis, 26 Desember 2013

what i see through my viewfinder

Bermula dari melihat lihat foto yang biasa
menjadi keinginan untuk memoto
aku selalu mengambil foto sesuka ku, semauku

dengan kata lain terkadang hal yang tidak penting menjadi objek di kamera ku
seperti tiang listrik, jendela pasir , alur kabel listrik, bahkan kerikil

banyak orang yang berkata "Apa sih yang kau foto"
seolah mencemooh
tapi ada juga org yang mengerti
sehingga membuat ku berfikir "ahk ternyata orang yang tau akan menyukai foto ku"

ehehehe dan saaat inimasih mempunyai project
aku menamai nya "Machi no kakera"
"pecahan kota" yah hanya saja belum dapat sih sudut yang mau di foto

eheheheh
yah ini lah beberapa karya ku, "what i see through my viewfinder"

yang ini di ambil di kos-kos an nya indah
waktu itu aku duduk di jendela nya sore hari dan sedikit mendung, tapi tiba tiba ku arahkan kamereku mengintip ke luar jendela dan mulai menangkap foto melalui viewfinder 




foto yang ini juga sama, masih dari jendela kecil di kamar indah dan mungkin akan ku beri nama line 
seperti yg terlihat kabel listrik itu seperti garis yang merserakan di langit


























tapi dari kedua foto ini ada satu foto yang ku ambil di jalan waktu itu menemani anak anak yang melakukan kegiatan sosial, sore hari dgn matahari yang masih sangat terang dan menyengat
itu lah foto yang menginspirasi ku membuat machi no kakera


Selasa, 24 Desember 2013

səhra

Padang pasir gersang terasa sangat melelahkan , ditengah angin kering yang berhembus membawa pasir halus.Kemanapun kuarahkan mata ku yang terlihat hanyalah pasir dan tumbuhan kaktus besar dan kokoh .
“Layanah… cepat tutup tirai itu angin akan membawa debu masuk dan membuat mataku perih “ terdengar suara seorang wanita memecah keheningan.yah itu adalah suara dari kakak ku yang bernama Ida, seperti yang terlihat kami sedang berpindah dari permukiman menuju kota. Sejak kematian ibuku kami tiga bersaudara selalu berpindah tempat demi mencari uang, yah kami adalah kelompok penari yang tidak menetap.
“Layanah … tutup tirai itu ! “ teriak Ida.  “ Ia .. ia akan ku tutup kak “ balas ku sembari menutup tirai.
“ Ayo bersiap sebentar lagi kita akan memasuki kota “ seru seorang pria yang tidak lain merupakan saudara laki laki ku. “


Hiruk pikuk pasar di kota besar menghiasi telinga ku , keinginan untuk mengintip dari balik kereta memenuhi hati ku . “Layanah.. ayo pakai ini dan kita turun untuk mencari makan “ Seru Ida sambil menyerahkan sehelai jubah pada ku. “Baik kak..”
Kulangkahkan kaki ku di jalanan pasar yang ramai, bangunan di kota ini begitu indah dan kokoh anak anak berlarian menyusuri lorong lorong kecil dan sempit di pasar ini, para pedagang dan pembeli saling menawar satu sama lain, dan ada juga seorang pria muda yang melakukan atraksi demi mendapat uang. Aaahk betapa menyenagkan nya kota ini . yaah paling tidak ini merupakan kota yang sangat menarik dan indah


“Layanah ayo cepat masuk dan habiskan makan siangmu karna sebentar lagi kita akan menuju kediaman tuan ameer “ ujar Ida. ‘ tuan ameer ? siapa dia kak?” tanyaku. “aaaahk sudah kuduga semalam kau tak mendengarkan penjelasanku layanah…” gerutu azhar .
”maaf kak karna terpesona dengan bintang yang indah aku jadi tidak mendengarkan dengan seksama “ ujarku . Kulihat kakak ku azhar menghela nafas panjang dan melihat ke arahku. “Kita akan menetap disana, tuan Ameer adalah merupakan teman dari paman Isaq dan ibu dan beliau merupakan salah satu  keluarga saudagar kaya , keluarga mereka sangat menyukai seni apapun bentuknya dan meminta kita untuk menjadi penari di kediaman mereka kuharap kau dapat menjaga sikapmu nanti Layanah “ jelas ida singkat. “huuuum baiklah aku mengerti sekarang “ jawabku singkat .


Kereta kami berhenti di sebuah kediaman megah dengan pagar yang menjulang dan taman yang sangat mengagumkan, sesaat ku kira inilah surga firdaus yang termasyur itu
Jejeran pohon kurma yang tinggi di sepanjang jalan menuju pintu masuk, dan air mancur indah di tengah taman ,juga terdapat bunga kaktus unik dan langka yang indah nya bagaikan lukisan dari negeri china. “Silahkan masuk … Tuan besar sudah menunggu kalian di dalam “ seru seorang dayang sambil membukakan pintu dan mempersilahkan kami masuk kedalam . Ya tuhaaan baru saja aku terpanah dengan pesona taman indah tadi dan sekarang aku pun di kagetkan dengan pemandangan indah yang bagaikan taj’mahal , rumah indah dengan interior menawan hati marmer indah berwarna putih menghiasi lantai, tiang tiang penyangga rumah penuh ukiran ,vas dan guci antic yang berasal dari berbagi belahan dunia menghiasi sekeliling rumah. Bagaikan di bawa kesebuah negeri dongen yang luar biasa, terlihat sesosok pria besar dengan baju indah dan sorban mewah di kepalanya . “Owh kalian sudah sampai .. mari silahkan duduk “ seru pria itu. “Tuan ameer terimakasih atas undangan anda dan meminta kami untuk  tinggal  disini” suara kak Azhar terdengar sangat sopan. “ Tidak perlu sungkan dan bersifat formal , kalian adalah para keponakan Isaq dan merupakan ank anak aisha berarti kalian pun keponakan ku , pelayan akan menunjukkan kamar kalian untuk sekarang istirahatlah , ahk apakah kau yang bernama Layanah ? ahk kau sangat mirip dengan aisha ibumu , aku pun memiliki seorang putri yang seumuran dengan mu kuharap kalian bisa menjadi teman baik “ .Tuan ameer berkata sambil memandangku dengan sangat lembut.
 “ Saya harap itu benar terjadi tuan “ jawabku pelan. “Ahahaah jangan terlalu formal kalian bisa memanggilku paman , baiklah istirahat lah segera kalian pasti lelah , mida tolong kau antarkan mereka ke kamar “ Pinta paman ameer pada salah seorang dayang  .



Kurebahkan tubuhku di ranjang indah yang beralaskan kain beludru indah berwarna merah dan bersulam benang perak berkilau , samar samar tercium bau wewangian dari dupa yang terbakar, membuat ku merasa sangat nyaman ,sebuah ruangan dengan langit langit tinggi megah, sampai saat ini tak terfikir di otakku bahwa bisa beristirahat di ruangan yang indah , di kota ku dulu rumah kami adalah rumah kecil sederhana disana ad ayah ,ibu dan saudaraku, tapi semenjak ayah dan ibu meniggal dunia kami mulai hidup berpindah pindah sampai akhirnya paman Isaq meminta kami untuk menemui teman nya yang tidak lain adalah tuan Ameer yang sangat ingin merawat kami, mungkin ini dikarnakan paman ameer , paman isaq dan ibu ku adalah teman semasa kecil.
”aaahk benar benar hari yang melelahkan .. mungkin ada baik nya juga beristirahat dan tidak memikirkan apa apa “ gumamku . sayup sayup wewangian yang berasal dari dupa wangi menarik kesadaran ku dan mengantarkan ku untuk tidur , kuharap esok akan mnjadi awal yang menyenagkan.

Part I ..