Aroma pasir yang tandus menyelimuti ruangan, tanpa terpejam
sedikitpun tak terasa mentari pagi mulai menyambut , suasana di luar
sangat lah tenang berbanding terbalik dengan debaran hatiku yang tidak
dapat ku kendalikan. Ini sangat bodoh hanya karna ciuman dari seorang
pria membuatku seperti ini, terlebih lagi pria itu adalah Ziyad. “Arghk …
menyebalkan “ Tanpa sadar aku bergumam dengan wajah merah dan
melemparkan bantal kearah dinding , perlahan kutarik jemariku menyentuh
bibir merasakan sensai lembut yang kurasakan beberapa jam yang lalu,
tapi tiba tiba suara kakak menyentakku kaget .”Layanah … sampai kapan
kau akan bermalas malasan di kamar, ayo semua sudah bergegas dengan
tugas nya masing masing, biarpun paman Ameer memperlakukan kita selayak
nya anak tapi kita tetap harus bekerja untuk membalas budi nya” Gerutu
kak Ida sembari menarik selimut ku, “Ada apa Layanah wajah mu merona
bagaikan buah kurma yang ranum, apa kau sedang sakit ?” Tanya Ida. “ aku
tidak apa apa kak , mungkin karna kemarin aku bermain terlalu
berlebihan sehingga membuat ku kelelahan “ Jawab ku . “Kalau begitu
cepat bergegas Sana dan paman Ameer sudah dari tadi menanyakan mu “ Ujar
Ida lagi.” Iya kaaak.”
Satu kali dalam sebulan di kediaman paman Ameer di datang kan seorang
guru kerajinan dari China untuk mengajarkan Sana dan Ziyad berbagai
kesenian juga pengetahuan dan paman Ameer meminta ku untuk ikut belajar
bersama mereka. Diruangan yang telah disiapkan terlihat Sana dan Ziyad
yang sudah menantikanku, “ Oh tuhan hatiku belum siap , sikap apa yang
harus ku tunjukkan di depan Ziyad, “Teriakku dalam hati.
”Layanah ayo kemari kami sudah menunggu mu sedari tadi “ Ujar Ziyad
sambil menarik lengan ku untuk duduk .Kurasakan lembutnya telapak tangan
Ziyad di kulitku, terasa begitu kokoh .Sentuhan Ziyad bahkan mampu
membuat darahku mengalir terbalik, dan saat ini bagian yang tersentuh
oleh Ziyad terasa memanas , seperti halnya menenggak rum manis yang
memabukkan, dan tiba tiba suara merdu Sana merasuk ke telingaku.
“Layanah , kuharap kau tahan untuk tidak tidur karna pelajaran sangat
lah membosankan“ Bisik sana pelan .” apakah pelajaran itu sangat
membosankan sehingga membuat mu mengantuk Sana “ Bisikku . “ Sangat !?
sangat membosankan hingga mampu membuat Ziyad tertidur dengan pulas nya “
Bisik Sana lagi kali ini dengan raut wajah yang sedikit nakal.
Waktu yang cukup panjang kami lewatkan di ruangan dengan guru yang
memberikan berbagai materi pengetahuan tentang dunia luar , semua ucapan
dan pembelajaran yang kuterima membuatku sangat ingin bepergian
keseluruh penjuru dunia, begitu banyak hal yang tidak ku ketahui. Tapi
tanpa terasa waktu terus bergulir dan terik matahari yang semakin
menyengat menunjukkan bahwa separuh siang telah kami lewatkan.
“ Melelahkaaaaaaaaaaaaaaan … aku ingin bersantai dan memakan buah
kurma yang manis dan secangkir susu hangat , Layanah , Ziyad ayo jangan
hanya terdiam saja. “ Ajak Sana , Suara sana hanya melewati telingaku
tanpa bisa ku jawab,semua ini di sebabkan oleh Ziyad yang sedari tadi
berada di sampingku. Dan yang membuatku kesal adalah debaran hati ku
yang tak kunjung mereda. “Ada apa Layanah kau terlihat aneh “ Tiba tiba
saja wajah Ziyad berada di hadapanku . “ Aku tidak apa apa, tolong
singkirkan wajah mu itu Ziyad .” jawabku. “ Kau ini… ia iaaa aku
mengerti, ah aku hampir lupa tadi aku berpapasan dengan kak Azhar dan
dia berpesan agar kau segera menemuinya saat pelajaran selesai “ ucap
Ziyad sambil mengetuk ngetuk dahi nya. “ Haah kak Azhar , oh tuhan gawat
aku lupa kalo hari ini aku harus berlatih bersama kakak, Maaf Sana
sepertinya aku tidak bisa menemani mu “ Ujarku cemas. “ Tidak apa apa
Layanah aku akan minta Ziyad untuk menemani ku .” Jawab Sana sambil
tersenyum . “ Baiklah kalau begitu sampai jumpa nanti Sana,
“Kulambaikan tanganku sembari berlalu pergi meninggalkan Sana dan Ziyad .
Warna awan mulai berubah terlihat bayangan yang mulai mencondong ,
udara pun mulai mendingin perlahan . “Layanah latihan hari ini cukup ku
rasa kau sudah boleh kembali “ Ujar kak Azhar . “ Baik kak , huum kak
Ida bagaimana tarianku? “ Tanyaku pada kak Ida. “Tarian mu semakin bagus
hanya saja kau seperti tidak berkonsentrasi hari ini , ada apa gerangan
Layanah?” Pertanyaan kak Ida membuatku terdiam , tidak mungkin kujawab
bahwa Ziyad lah penyebab utama mengapa aku jadi begini . “ Aku merasa
sedikit lelah kak” Jawabku . “Istirahatlah kelelahan tidak baik untuk
tubuh , aku dan kak Azhar masih ingin berlatih sebentar lagi “pinta Ida
.” Baiklah kak .”Kulepaskan gelang di kaki ku dan berjalan keluar dari
alun alun .
Saat melewati lorong menuju kamarku sekilas kulihat kak Rasad sedang
duduk , sosok nya yang anggun sangat indah di terpa mentari yang akan
terbenam, dan membuat ku sedikit berdebar. “Ada apa Layanah ? kemarilah”
Seru kak Rasad lembut. “Kak apa yang sedang kau lamunkan di tempat ini,
sepertinya ada sesuatu yang membebani fikiranmu “ tanyaku . “ Kau
memang hebat Layanah , kau tau persis apa yang terjadi padaku tanpa
harus ku katakana “ Kak Rasad berbicara sembari menepuk kepalaku. “Lagi
lagi kau memperlakukan ku seperti anak kecil kak!?” Gerutu ku. “ Ahahah
maaf karna kau begitu mungil sehingga tanpa sengaja aku menepuk
kepalamu” Rasad berbicara dengan senyuman yang sangat lembut. “Layanah
.. kau tahu saat ini ada seorang wanita yang memenuhi fikiranku, wanita
yang bahkan dapat mengacaukan hatiku, membuatku jatuh cinta.” Ungkap
Rasad tenang. “ Benarkah itu kak? Siapa kah gerangan wanita beruntung
itu?”Tanyaku antusias dan mendekat pada kak Rasad. “Kau mengenal nya,
sangat mengenal nya, wanita itu adalah Sana” Ungkap nya lagi. Ya tuhan
bagaikan memenangkan lotre di pasar malam , perasaan ku bercampur
antara senang dan terkejut. “Sana… kau serius kak?” Tanya ku memastikan
.” Yah Sana lah wanita yang kucintai , akan tetapi saat ku ungkapkan
perasaanku saat itu juga aku patah hati,” ujarnya lirih. “Patah hati?
Kenapa kak? Kurasa tidak ada sesuatu yang membuat Sana menolak kak
Rasad, kakak merupakan pemuda baik yang sangat menawan” ujarku cepat. “
Kau tahu saat ku ungkapkan isi hatiku , Sana menyikapi dengan sangat
dewasa dia berkata bahwa sudah ada Ziyad yang mengisi hati nya, yah
setidak nya aku merasa lega sudah mengungkapkan ada yang ada di hati ku.
Paling tidak kami bisa bersikap seperti biasa tanpa harus ada rasa
tidak enak dan canggung” Jelas Rasad sambil tersenyum.
Mendengar semua penjelasan kak Rasad membuat ku terdiam, ya tuhan
ternyata Sana menyukai Ziyad sedangkan kak Rasad menyukai Sana , bodoh
nya aku yang merasa berbunga bunga oleh perlakuan Ziyad padaku, dan
kurasa Ziyad menciumku itu hanya sebuah lelucon belaka. Apa yang sudah
ku harapkan , dari awal bahkan aku tidak pantas untuk berharap, Semua
yang ada di hadapanku menjadi kabur bagaikan kaca yang di terpa air ,
aku hanya terdiam dan menatap kak Rasad dan mencoba agar air mata ku
tidak menitih .
“Apa yang akan kakak lakukan? “ tanyaku . “Tidak ada,.. hey Layanah,
apabila ku perjuangkan perasaan sukaku ini apakah Sana akan menerima ku
dan menjadi milikku?” Rasad bertanya sambil menatap lurus kearah
mataku. “Selama Sana masih menjaga hati nya untuk Ziyad maka semua akan
berakhir dengan sia sia, karna bila seorang wanita sudah menjaga hatinya
akan susah untuk merubahnya” Suaraku seolah tercekat dan bergetar
ketika kujawab pertanyaan yang terlontar dari kak Rasad .”Karna itu lah
aku akan maju berjalan “ ujar Rasad memotong perkataanku . “ Kak , yang
bisa ku lakukan hanyalah menjadi pendengar, jadi apa pun yang terjadi
aku siap mendengarkan “ .Kuangkat lenganku dan menepuk kepala kak Rasad
sebagaimana sering di lakukan nya pada ku. “ Ahahhhaha Layanah kau
memperlakukan ku seperti bocah berumur sepuluh tahun , tapi terima kasih
Layanah “ seru Rasad beranjak dari tempat duduk nya . “Baiklah hari
sudah semakin larut tidak baik berlama lama disini, angin malam akan
merusak kesehatan ayo kita kembali ke dalam “ Ajak Rasad.
Kenyataan yang ku ketahui hari ini membuatku sangat lelah, seperti
unta yang terus berjalan tanpa tahu bahwa sudah sangat banyak oasis yang
terlewatkan sampai akhirnya dahaga memenuhi kerongkongan . Aku telah
jatuh cinta pada orang yang salah , Sana menyukai Ziyad itu merupakan
kenyataan yang sangat mengejutkan ku.Tidak kalah mengagetkan nya
mengetahui bahwa kak Rasad pun menyukai Sana “mengapa semua menjadi
sangat rumit “ Gumamku pelan. Terdengar suara pintu yang diketuk dari
luar Tok .. Tok.. Tok “ Layanah ini aku Sana apa aku boleh masuk?” Suara
Sana terdegar lembut. Bergegas ku berlari kearah pintu dan membuka nya “
Sana ? ada apa malam malam begini?” Tanyaku heran. “ Malam ini aku
ingin tidur disini tidak apa apa kan Layanah,?” Tanya Sana penuh harapan
. “Tidak masalah bagi ku “ Jawabku. “Bagus lah kalu begitu “ Sana
berlari dan naik ke atas tempat tidur.” Sudah lama sekali aku tidak
merasa sesenang ini Layanah ?” ujar Sana. “Apa ada sesuatu yang
membuatmu senang Sana?” tanayku lagi. “Hari ini Ziyad bersedia
menemaniku berkeliling pasar mencari kain , kau tahu biasanya Ziyad
tidak akan mau menemaniku dengan alasan bahwa dia ada janji untuk
berkencan , tapi hari ini dia menemaniku dan itu menyenangkan” Ungkap
Sana. Mendengar itu membuat hatiku seolah teriris oleh belati yang
sangat tajam, ku usahakan untuk tersenyum dan berbicara .” Sana ku rasa
malam sudah sangat larut dan kita harus segera tidur” Kulayangkan tubuh
ku yang terasa sangat berat ke atas tempat tidur lembut berharap esok
akan segera datang agar dapat ku mulai hari yang baru.”Sepertinya kau
benar Layanah, baiklah kalau begitu Selamat Malam Layanah” Sana
tersenyum dan menarik selimutnya, “Selamat Malam Sana” ucapku
Kehidupan dan roda nasib berputar dengan cepat dan pasti, cawan kecil
yang tadinya tergeletak indah diatas meja sekarang terjatuh dan pecah,
seberapa pun air menghujani bumi, pasir tandus tetaplah menjadi padang
gersang tanpa kehidupan, tersapu angin dan menghilang di telan gurun
yang kejam .
flower
Kamis, 20 Agustus 2015
Selasa, 18 Agustus 2015
səhra ( Part III )
Angin bertiup sedikit lebih kencang dari biasanya dan membawa debu
pasir gurun hingga ke halaman , setelah kemegahan pesta semalam entah
mengapa suasana pagi ini terasa sangat tenang, di taman samping kulihat
Sana berdiri berdampingan dengan Rasad , mereka terlihat sedang
berbincang dengan serius. “ Sepertinya sangat tidak tepat untuk menyapa
mereka “ bisikku dalam hati. Berputar dan melewati alun alun merasakan
hembusan angin yang semilir , untuk sejenak kurasakan tubuhku berada di
alam yang lain.Tapi tiba tiba lamunan ku di buyarkan oleh pemandangan
yang sangat mengganggu. Disudut ruangan berdiri Ziyad yang sedang
melancarkan rayuan nya pada salah seorang dayang.
“ Apa yang kau lakukan di pagi hari Ziyad “ tegurku sembari menarik kuat daun telinga Ziyad. “ Awww Layanah… kenapa kau menarik telingaku “ Ujar Ziyad , dengan sigap sang dayang itu pun kabur , kurasa dia merasa tidak enak pada ku. “ Kenapa di pagi hari aku harus mendapati pemandangan kau yang sedang merayu wanita “ ujarku lagi sambil berlalu pelan. “ Kau cemburu Layanah ?” Tanya Ziyad jahil. “ Apa wajah ku terlihat cemburu Ziyad?” tanyaku dan memutar tubuhku menghadap Ziyad. “ Ahaahahah kau memang menarik Layanah , hum dimana Sana ? sepertinya tadi dia tergesa gesa mencari mu karna ingin mengajak mu ke pasar, karna hari ini akan ada perayaan dan pasar akan di penuhi kemeriahan yang sangat menarik” Tanya Ziyad . “ Sana sedang bericara dengan kak Rasad di taman samping, sepertinya obrolan mereka serius dan aku merasa tak enak bila menyela pembicaraan mereka “ Jelasku.
Tiba tiba saja suara Sana menggema di udara “ LAYANAAAAH …. Ternyata kau disini” seru Sana dengan terengah engah. “ Sana… kenapa kau berlarian seperti itu” tanyaku kaget. “Sudahlah nanti akan ku jelaskan sekarang kita harus bergegas karna festival di pasar akan segera dimulai ayooo. Ziyad kau juga harus ikut Rasad sudah menunggu di pintu gerbang “ ujar Sana. “tapi.. kita harus pamit pada paman Ameer dan kakak ku” cetus ku . “Aku sudah memberi tahu ayah dan kakak mu ayo hari ini kita akan bermain sampai puas “ terang Sana dengan masih menarik tangan ku dan berlari kearah gerbang. “ Rasaaaad .. maaf kami membuat mu menunggu “ Teriak Sana. “ Hooh semua sudah berkumpul , ayo kita segera bergegas pergi sebelum jalan di penuhi dengan orang dan musafir yang datang untuk menyaksikan festival “ Rasad berbicara dengan raut wajah yang sedikit lain dari biasanya.
Jalan jalan di pasar di penuhi dengan hiasan indah dan gemerlap banyak orang berkumpul dan melihat festival, para pedagang pun bertambah di lorong lorong, mereka menjajalkan kain tenun indah dan hasan rambut yang juga tak kalah indah, para pengrajin memintal dengan riang dan beberapa anak muda beratraksi memeriahkan suasana, dan saat ku ankat kepalaku menatap ke atas terlihat sulur tali yang menghiasi dari satu bangunan ke bangunan yang lain terjalin indah dan mengesankan, siapa yang akan menyangka kalau kota ini terletak di tengah gurun pasir gersang . gemericik air, suara gendang yang di tabuh dan alunan seruling dari seorang pawang ular bersahut sahutan
“ Layanah .. hati hati dengan langkahmu bila kau terus melamun seperti itu maka kau akan terjatuh “ tiba tiba suara Ziyad mengejutkan ku .” Aku tahu dan aku tidak melamun hanya terpesona saja “ gerutu ku.”Layanah lihat hiasan rambut ini sangat indah aku mau membelinya bagaimana menurutmu ?” Tanya Sana. “Indah… kurasa akan semakin terlihat indah di rambutmu yang hitam Sana” jawabku. “Benarkah , baiklah kalau begitu aku akan membelinya, paman aku minta hiasan rambut ini dua “ Ujar Sana pada paman penjual . “Dua ..? “tanyaku bingung. “Ya dua, satu untukku dan satu lagi untuk mu “ Sana memberikan hiasan rambut indah itu padaku. “ Terima kasih Sana “ .betapa senang nya perasaanku saat menerima hiasan rambut itu dari Sana. “ Aa~~h Rasad belikan aku sesuatu bukan kah kita adalah teman yang akrab “ pinta Ziyad manja sambil melingkarkan tangan nya ke pundak Rasad. “ Baiklah aku akan membelikan mu hiasan rambut yang sama dengan Sana dan Layanah “ sahut Rasad jahil. “AHAHHAHAHAHAHAHAHHAHA “ Tiba tiba saja tawa ku dan Sana memecah keriuhan pasar. “ Apa kau bercanda Rasad, Sana dan Layanah hentikan tawa kalian itu “ Ziyad dengan wajah yang memerah karna malu mengejar kami yang berlarian di kerumunan pasar.
Tanpa terasa malam menjemput dan lampu lampu jalan dan lorong mulai menyala, kilauan api obor membuat suasana semakin meriah, tanpa sadar kaki ku melangkah mengikuti hiruk pikuk festival yang masih terus berlangsung dan tiba tiba langkahku terhenti di sebuah taman, disana terlihat para penari cantik sedang menari untuk menghibur orang orang , begitu indah liukan tubuh penari itu membuat mataku hanya dapat menatap lurus ke depan, “ Sana , kak Rasad lihat penampilan penari itu sangat lincah dan indah “ Ujarku sembari melihat kebelakang, akan tetapi saat ku putar tubuhku ke belakang ternyata kak Rasad dan Sana tak ada di belakangku, oh tuhan ternyata aku tersesat di dalam keramaian ini mustahil untuk menemukan mereka, seperti terkena sengatan ubur ubur kepanikanku bertambah dan semakin bertambah,lalu tiba tiba lenganku ditarik oleh seseorang. “Layanah … akhirnya kutemukan kau .” seru Ziyad sambil terengah engah .” Kau membuat ku cemas, bukan kah sudah ku bilang jangan sampai terpisah “ Lanjutnya. “Maaf .. aku tidak menyangka akan tersesat .” Entah itu karna takut atau lega tapi air mataku mengalir begitu melihat Ziyad. “ Sudahlah tenangkan dirimu “ Ziyad menarikku keluar dari kerumunan
“Ini minumlah “ Ziyad memberiku secangkir susu panas. “Terima kasih “ Kuambil gelas itu dan meneguknya dan kurasakan kecemasanku berangsur angsur larut seperti terbawa air , ku rasakan Ziyad yang terus menatap wajahku dan itu membuat jantunggu berdetak dengan sangat kencang . “aku sudah tenang Ziyad kau tak perlu cemas “ ujarku. “Baiklah kalau begitu ayo kita segera pulang ,karna aku yakin saat ini Sana dan Rasad pasti cemas“ .
Ziyad berdiri dan menaruh gelas susu di atas meja. “Layanah ….” Tiba tiba Ziyad memanggilku lembut . “Ya ada apa “ jawabku sembari berdiri dan menghadap Ziyad. Dan tiba tiba aku dikejutkan dengan sebuah pelukan hangat “ Zi..yad ?” dan kata kataku pun terputus karna tiba tiba kurasakan bibir lembut Ziyad di bibirku, ya tuhan kami berciuman di depan begitu banyak orang dan membuat fikiran ku kacau seperti sebuah badai gurun dahsyat.
“ Ayo kita segera pulang “ Bisik Ziyad di telinga ku lembut . “ hu-um “ anggukku pelan.
Ya tuhan apa yang terjadi? Dan mengapa hati ku terus berdebar dengan kencang , malam itu menyusuri jalan yang dihiasi obor bersama Ziyad yang kulakukan hanyalah menunduk dan tak berani menatap wajah Ziyad,yang kulakukan hanyalah menatap jalan dan sekilas melirik kea rah punggung Ziyad yang besar dan bidang sehingga membuat debaran hatiku semakin cepat dan cepat tanpa bisa kukendalikan. Manis bagaikan buah kurma yang matang sempurna akan tetapi dalam waktu bersamaan juga terasa menusuk dan nyeri bagikan terkena tusukan duri kaktus padang pasir , apakah ini yang disebut cinta oleh para pujangga.
“ Apa yang kau lakukan di pagi hari Ziyad “ tegurku sembari menarik kuat daun telinga Ziyad. “ Awww Layanah… kenapa kau menarik telingaku “ Ujar Ziyad , dengan sigap sang dayang itu pun kabur , kurasa dia merasa tidak enak pada ku. “ Kenapa di pagi hari aku harus mendapati pemandangan kau yang sedang merayu wanita “ ujarku lagi sambil berlalu pelan. “ Kau cemburu Layanah ?” Tanya Ziyad jahil. “ Apa wajah ku terlihat cemburu Ziyad?” tanyaku dan memutar tubuhku menghadap Ziyad. “ Ahaahahah kau memang menarik Layanah , hum dimana Sana ? sepertinya tadi dia tergesa gesa mencari mu karna ingin mengajak mu ke pasar, karna hari ini akan ada perayaan dan pasar akan di penuhi kemeriahan yang sangat menarik” Tanya Ziyad . “ Sana sedang bericara dengan kak Rasad di taman samping, sepertinya obrolan mereka serius dan aku merasa tak enak bila menyela pembicaraan mereka “ Jelasku.
Tiba tiba saja suara Sana menggema di udara “ LAYANAAAAH …. Ternyata kau disini” seru Sana dengan terengah engah. “ Sana… kenapa kau berlarian seperti itu” tanyaku kaget. “Sudahlah nanti akan ku jelaskan sekarang kita harus bergegas karna festival di pasar akan segera dimulai ayooo. Ziyad kau juga harus ikut Rasad sudah menunggu di pintu gerbang “ ujar Sana. “tapi.. kita harus pamit pada paman Ameer dan kakak ku” cetus ku . “Aku sudah memberi tahu ayah dan kakak mu ayo hari ini kita akan bermain sampai puas “ terang Sana dengan masih menarik tangan ku dan berlari kearah gerbang. “ Rasaaaad .. maaf kami membuat mu menunggu “ Teriak Sana. “ Hooh semua sudah berkumpul , ayo kita segera bergegas pergi sebelum jalan di penuhi dengan orang dan musafir yang datang untuk menyaksikan festival “ Rasad berbicara dengan raut wajah yang sedikit lain dari biasanya.
Jalan jalan di pasar di penuhi dengan hiasan indah dan gemerlap banyak orang berkumpul dan melihat festival, para pedagang pun bertambah di lorong lorong, mereka menjajalkan kain tenun indah dan hasan rambut yang juga tak kalah indah, para pengrajin memintal dengan riang dan beberapa anak muda beratraksi memeriahkan suasana, dan saat ku ankat kepalaku menatap ke atas terlihat sulur tali yang menghiasi dari satu bangunan ke bangunan yang lain terjalin indah dan mengesankan, siapa yang akan menyangka kalau kota ini terletak di tengah gurun pasir gersang . gemericik air, suara gendang yang di tabuh dan alunan seruling dari seorang pawang ular bersahut sahutan
“ Layanah .. hati hati dengan langkahmu bila kau terus melamun seperti itu maka kau akan terjatuh “ tiba tiba suara Ziyad mengejutkan ku .” Aku tahu dan aku tidak melamun hanya terpesona saja “ gerutu ku.”Layanah lihat hiasan rambut ini sangat indah aku mau membelinya bagaimana menurutmu ?” Tanya Sana. “Indah… kurasa akan semakin terlihat indah di rambutmu yang hitam Sana” jawabku. “Benarkah , baiklah kalau begitu aku akan membelinya, paman aku minta hiasan rambut ini dua “ Ujar Sana pada paman penjual . “Dua ..? “tanyaku bingung. “Ya dua, satu untukku dan satu lagi untuk mu “ Sana memberikan hiasan rambut indah itu padaku. “ Terima kasih Sana “ .betapa senang nya perasaanku saat menerima hiasan rambut itu dari Sana. “ Aa~~h Rasad belikan aku sesuatu bukan kah kita adalah teman yang akrab “ pinta Ziyad manja sambil melingkarkan tangan nya ke pundak Rasad. “ Baiklah aku akan membelikan mu hiasan rambut yang sama dengan Sana dan Layanah “ sahut Rasad jahil. “AHAHHAHAHAHAHAHAHHAHA “ Tiba tiba saja tawa ku dan Sana memecah keriuhan pasar. “ Apa kau bercanda Rasad, Sana dan Layanah hentikan tawa kalian itu “ Ziyad dengan wajah yang memerah karna malu mengejar kami yang berlarian di kerumunan pasar.
Tanpa terasa malam menjemput dan lampu lampu jalan dan lorong mulai menyala, kilauan api obor membuat suasana semakin meriah, tanpa sadar kaki ku melangkah mengikuti hiruk pikuk festival yang masih terus berlangsung dan tiba tiba langkahku terhenti di sebuah taman, disana terlihat para penari cantik sedang menari untuk menghibur orang orang , begitu indah liukan tubuh penari itu membuat mataku hanya dapat menatap lurus ke depan, “ Sana , kak Rasad lihat penampilan penari itu sangat lincah dan indah “ Ujarku sembari melihat kebelakang, akan tetapi saat ku putar tubuhku ke belakang ternyata kak Rasad dan Sana tak ada di belakangku, oh tuhan ternyata aku tersesat di dalam keramaian ini mustahil untuk menemukan mereka, seperti terkena sengatan ubur ubur kepanikanku bertambah dan semakin bertambah,lalu tiba tiba lenganku ditarik oleh seseorang. “Layanah … akhirnya kutemukan kau .” seru Ziyad sambil terengah engah .” Kau membuat ku cemas, bukan kah sudah ku bilang jangan sampai terpisah “ Lanjutnya. “Maaf .. aku tidak menyangka akan tersesat .” Entah itu karna takut atau lega tapi air mataku mengalir begitu melihat Ziyad. “ Sudahlah tenangkan dirimu “ Ziyad menarikku keluar dari kerumunan
“Ini minumlah “ Ziyad memberiku secangkir susu panas. “Terima kasih “ Kuambil gelas itu dan meneguknya dan kurasakan kecemasanku berangsur angsur larut seperti terbawa air , ku rasakan Ziyad yang terus menatap wajahku dan itu membuat jantunggu berdetak dengan sangat kencang . “aku sudah tenang Ziyad kau tak perlu cemas “ ujarku. “Baiklah kalau begitu ayo kita segera pulang ,karna aku yakin saat ini Sana dan Rasad pasti cemas“ .
Ziyad berdiri dan menaruh gelas susu di atas meja. “Layanah ….” Tiba tiba Ziyad memanggilku lembut . “Ya ada apa “ jawabku sembari berdiri dan menghadap Ziyad. Dan tiba tiba aku dikejutkan dengan sebuah pelukan hangat “ Zi..yad ?” dan kata kataku pun terputus karna tiba tiba kurasakan bibir lembut Ziyad di bibirku, ya tuhan kami berciuman di depan begitu banyak orang dan membuat fikiran ku kacau seperti sebuah badai gurun dahsyat.
“ Ayo kita segera pulang “ Bisik Ziyad di telinga ku lembut . “ hu-um “ anggukku pelan.
Ya tuhan apa yang terjadi? Dan mengapa hati ku terus berdebar dengan kencang , malam itu menyusuri jalan yang dihiasi obor bersama Ziyad yang kulakukan hanyalah menunduk dan tak berani menatap wajah Ziyad,yang kulakukan hanyalah menatap jalan dan sekilas melirik kea rah punggung Ziyad yang besar dan bidang sehingga membuat debaran hatiku semakin cepat dan cepat tanpa bisa kukendalikan. Manis bagaikan buah kurma yang matang sempurna akan tetapi dalam waktu bersamaan juga terasa menusuk dan nyeri bagikan terkena tusukan duri kaktus padang pasir , apakah ini yang disebut cinta oleh para pujangga.
Kamis, 13 Agustus 2015
səhra (Part II)
Menyusuri lorong lorong megah di kediaman paman Ameer, kakiku terus
melangkah di belakang kedua saudaraku sembari terkagum kagum dan masih
belum dapat ku percaya bahwa kami tiga bersaudara akan dirawat oleh
seorang saudagar kaya yang merupakan teman semasa kecil ibu dan paman
Isaq
“ahk kalian sudah bangun ayo kemari sarapan sudah disiapkan , dan perkenalkan ini adalah putriku satu satu nya Sana” .dari balik tubuh paman ameer terlihat seorang anak wanita seumuran dengan ku, rambutnya yang halus bagaikan sutra berwarna hitam mengkilap bak permata dengan tubuh yang indah dan wajah yang bagaikan dewi. “Kuharap kalian bisa menjadi teman akrab terutama kau Layanah “ seru paman ameer.
“Namamu Layanah ? aku Sana , sepertinya kita bisa menjadi teman yang akrab ya Layanah “ ujar gadis itu lembut sembari menarik tangan ku . “A..ahk ia kuharap juga begitu Sana “ jawabku ragu.
Setelah menyantap sarapan yang begitu lezat kami pergi ke alun alun untuk mempersiapkan pesta yang akan diadakan di rumah ini, kami akan menari dan bermusik untuk memeriahkan suasana pesta. Kupakai gemerincing di kaki dan tanganku , melempar selendang sutra dan meliukkan tubuhku mengikuti irama musik .tiba tiba tarianku terhenti oleh suara seseorang . “Heeeh jadi kau anak angkat paman yang baru saja sampai disini “ seru seorang pria yang sepertinya seumuran dengan ku. “ Ziyad hentikan itu !! bukankah sudah kubilang agar kau memperhalus cara bicaramu, dan satu lagi jangan berani mengganggu Layanah “ Seru Sana dari balik tiang . “ Sana…” tegurku.
“ Layanah maaf aku sudah mengganggu latihan mu, perkenalkan anak badung itu bernama Ziyad , dan yang berada di samping ku ini Rasad mereka merupakan sepupuku “ jelas Sana. “ Salam kenal Layanah kuharap kau bisa nyaman tinggal disini dan kita bisa menjadi teman yang akrab “ Sela Rasad. “ Baiklah Layanah apa kami boleh berada disini melihatmu berlatih menari “ Seru pria bernama Ziyad .” Ziyad sebaiknya kita jangan menggagu Layanah “bantah Rasad. “Tidak apa apa kalian bisa berada disini aku tidak merasa terganggu “ Jawabku. “Benarkah ….. ahk beruntungnya terimakasih Layanah “ Sana berseru girang dan segera duduk dan melihat ku menari.
Ziyad dan Rasad yang merupakn sepupu dari Sana adalah dua orang pemuda yang sangat bertolak belakang, Ziyad merupakan seorang pria yang sepertinya sangat suka bermain dan merayu wanita yah setidaknya itulah yang terlihat dari gerak geriknya wajah tampan berkulit putih dengan rambut hitam yang panjang dan indah , bibirnya merah bagaikan darah dengan mata nakalnya yang menawan. Sedangkan Rasad sepertinya tipe serius yang selalu menjaga sikap yah mungkin karna usianya terpaut diatas kami bertiga perawakan yang tinggi penampilannya pun sangat elegan tata bahasa yang sopan dan sangat ramah juga baik. Kuharap kami berempat dapat segera menjadi teman yang akrab.
Malam hari dikediaman paman Ameer , aula indah berhiaskan lampu lampu kristal yang indah, hidangan lezat yang tersedia diatas meja , dan tempat duduk indah beralaskan kulit harimau berkwalitas tinggi, malam ini merupakan acara ulang tahun paman Ameer . Seluruh rekan dagang dari berbagai penjuru Negara datang berbondong bondong dengan membawa hadiah hadiah luar biasa dan untaian doa pun bersahutan.
“Terima kasih pada teman teman yang telah datang ke rumah ku yang sederhana ini, malam ini adalah hari ulang tahun ku mari kita semua menikmati hidangan yang telah terhidang dan hiburan yang akan ditampilkan oleh anak angkatku Layanah “ Suara lantang paman ameer mengalahkan suara tepuk tangan yang saling bersahutan.
Ditengah aula dentingan kecapi dan alunan suling mengiringi gemerincing kaki ku saat menari, semua mata terpusat pada ku sehingga membuatku merasa sedikit gugup , “aahk baru kali ini aku menari dengan pakaian indah dan disaksikan oleh beratus pasang mata” gumamku dalam hati. Kulihat disamping paman ameer Sana yang sedang duduk dengan anggun nya, juga disudut ruangan sebelah kiri kulihat Ziyad sedang merayu gadis gadis, kulanjutkan tarianku tapi tak terasa dentingan musik mulai menjauh yang mengisyaratkan tarianku agar berhenti, Suara tepuk tangan bergema diaula yang besar ini suatu kepuasan yang tak terbendung dihatiku, saat sedang berjalan menuju keluar ruangan, aku dikagetkan oleh suara dari balik jendela besar disampingku “Sungguh tarian yang indah, kau bagaikan burung yang terbang “ . Rasad berjalan kearahku dari balik jendela . “ ahk ternyata kau kak rasad, terima kasih atas pujianmu kukira kau tak berada disini karna aku tidak melihat mu. “ Jawabku. “ahahhhaha yah aku memang tidak terlalu suka dengan keramaian maka dari itu lah aku bersembunyi di beranda, tapi mataku terpesona oleh tarian seorang gadis kecil “ Ujarnya sambil tertawa dan menepuk kepalaku pelan. “ Kau memperlakukan ku seperti anak kecil kak “ Kusisihkan tangan besar kak rasad dari kepalaku . “ Ups maaf kan aku ya anti… karna telah bersikap tidak sopan dengan memperlakukan mu seperti anak kecil “ Rasad membungkuk dan mengayunkan tangan nya kehidung dan dahinya memberi salam padaku. “ Kau membuatku malu kak.. baiklah sepertinya aku harus pergi dan berganti pakaian “ Ujarku menahan malu yang bahkan telah membuat wajahku memerah.
“ Ahahaha reaksimu benar benar menarik Layanah, baiklah kalau begitu “ ujar Rasad lagi.
Ya tuhaaaaaaaaaan perlakuan kak Rasad benar benar diluar dugaan membuat ku menjadi salah tingkah , kukira dia bukan lah lelaki yang suka menjahili wanita tapi ternyata aaarghk . “Layanah …!?” terdengar sebuah suara memanggil namaku dari belakang . “Sana… apa yang kau lakukan disini? Bukankah seharusnya kau berada di aula bersama paman Ameer “ Tanyaku bingung. “ Huh aku bosan berada diasana jadi diam diam aku kabur dan kebetulan aku melihatmu “ Jawab Sana singkat. “ Bukankah itu tidak baik “ selaku. “Tenang saja aku sudah biasa menyelinap seperti ini, huum ayo ikut aku Layanah” Ajak Sana sambil menarik tanagnku . “Hendak kemana kita? “Tanayaku . “Ikuti saja kita akan ketaman belakang disana Ziyad dan Rasad sudah menunggu , kami selalu menyelinap untuk menghindari keramaian pesta “ Sara berbicara dengan senyuman di wajah nya.
“Ziyaaad, Rasaad ahahahh ternyata kalian sudah disini, lihat kebetulan aku bertemu Layanah jadi ku ajak dia kesini , oh ia Layanah kau tunggu disini bersama Ziyad aku dan Rasad akan mengambil makanan dan minuman , sebentar saja kami akan kembali“ujar Sana dan berlalu bersama Rasad. Dibelakang paviliun terdapat sebuah taman luas dan kolam dengan mimbar di tengah nya . “Waaah indah nya tempat ini bintang dan bulan terlihat sangat jelas “ Tanpa sadar aku berputar dengan wajah yang mengadah kelangit.
“Bila kau melihat keatas maka kau akan tersandung dan jatuh Layanah” Bisik Ziyad di telingaku. “A..aku tidak apa apa “ balasku parau. “Kau begitu cantik saat menari Layanah… seperti air yang tertumpah dari ngarai “ Ucap Ziyad. “Te..terima kasih ku kira kau tak memperhatikan karna sibuk merayu para wanita di aula tadi “ ujarku berusaha tenang.”Ahhahah aku memperhatikan tarianmu dari awal Layanah, “ . Ucapan Ziyad membuat jantungku berdebar ditambah lagi ZIyad terlihat sangat indah saat sinar bulan menerpa wajah nya, “Layanaaaaaaah kami sudah menyiapkan makanan dan minuman ayo kita bersantai sambil menikmati bintang malam ini, ahk aku punya ide bagaimana kalau Layanah menari untuk kita” Pinta Sana. “ Tapi… akuu“ujarku bingung . “Itu merupakan ide yang bagus ayo lah Layanah aku setuju dengan ide Sana , bagaimana dengan mu Rasad?” Tanya Ziyad dan melemparkan pandangan pada Rasad.” Aku setuju” jawab Rasad singkat. “huum baiklah “ jawabku ragu .
Malam yang tenang di sirami oleh sinar bulan, menari diatas mimbar di tengah kolam besar yang tak kalah indahnya suara alam dan binatang malam menjadi musik yang mengiringi tarianku, bunyi gemerincing air dan gelang kakaiku menyatu, tapi hanya debaran dihatiku yang tak dapat kukendalikan, dibutakan oleh kata kata dan sosok indah Ziyad yang masih terngiang menghiasi pupil mataku. Malam ini tarianku adalah untuk nya.
“ahk kalian sudah bangun ayo kemari sarapan sudah disiapkan , dan perkenalkan ini adalah putriku satu satu nya Sana” .dari balik tubuh paman ameer terlihat seorang anak wanita seumuran dengan ku, rambutnya yang halus bagaikan sutra berwarna hitam mengkilap bak permata dengan tubuh yang indah dan wajah yang bagaikan dewi. “Kuharap kalian bisa menjadi teman akrab terutama kau Layanah “ seru paman ameer.
“Namamu Layanah ? aku Sana , sepertinya kita bisa menjadi teman yang akrab ya Layanah “ ujar gadis itu lembut sembari menarik tangan ku . “A..ahk ia kuharap juga begitu Sana “ jawabku ragu.
Setelah menyantap sarapan yang begitu lezat kami pergi ke alun alun untuk mempersiapkan pesta yang akan diadakan di rumah ini, kami akan menari dan bermusik untuk memeriahkan suasana pesta. Kupakai gemerincing di kaki dan tanganku , melempar selendang sutra dan meliukkan tubuhku mengikuti irama musik .tiba tiba tarianku terhenti oleh suara seseorang . “Heeeh jadi kau anak angkat paman yang baru saja sampai disini “ seru seorang pria yang sepertinya seumuran dengan ku. “ Ziyad hentikan itu !! bukankah sudah kubilang agar kau memperhalus cara bicaramu, dan satu lagi jangan berani mengganggu Layanah “ Seru Sana dari balik tiang . “ Sana…” tegurku.
“ Layanah maaf aku sudah mengganggu latihan mu, perkenalkan anak badung itu bernama Ziyad , dan yang berada di samping ku ini Rasad mereka merupakan sepupuku “ jelas Sana. “ Salam kenal Layanah kuharap kau bisa nyaman tinggal disini dan kita bisa menjadi teman yang akrab “ Sela Rasad. “ Baiklah Layanah apa kami boleh berada disini melihatmu berlatih menari “ Seru pria bernama Ziyad .” Ziyad sebaiknya kita jangan menggagu Layanah “bantah Rasad. “Tidak apa apa kalian bisa berada disini aku tidak merasa terganggu “ Jawabku. “Benarkah ….. ahk beruntungnya terimakasih Layanah “ Sana berseru girang dan segera duduk dan melihat ku menari.
Ziyad dan Rasad yang merupakn sepupu dari Sana adalah dua orang pemuda yang sangat bertolak belakang, Ziyad merupakan seorang pria yang sepertinya sangat suka bermain dan merayu wanita yah setidaknya itulah yang terlihat dari gerak geriknya wajah tampan berkulit putih dengan rambut hitam yang panjang dan indah , bibirnya merah bagaikan darah dengan mata nakalnya yang menawan. Sedangkan Rasad sepertinya tipe serius yang selalu menjaga sikap yah mungkin karna usianya terpaut diatas kami bertiga perawakan yang tinggi penampilannya pun sangat elegan tata bahasa yang sopan dan sangat ramah juga baik. Kuharap kami berempat dapat segera menjadi teman yang akrab.
Malam hari dikediaman paman Ameer , aula indah berhiaskan lampu lampu kristal yang indah, hidangan lezat yang tersedia diatas meja , dan tempat duduk indah beralaskan kulit harimau berkwalitas tinggi, malam ini merupakan acara ulang tahun paman Ameer . Seluruh rekan dagang dari berbagai penjuru Negara datang berbondong bondong dengan membawa hadiah hadiah luar biasa dan untaian doa pun bersahutan.
“Terima kasih pada teman teman yang telah datang ke rumah ku yang sederhana ini, malam ini adalah hari ulang tahun ku mari kita semua menikmati hidangan yang telah terhidang dan hiburan yang akan ditampilkan oleh anak angkatku Layanah “ Suara lantang paman ameer mengalahkan suara tepuk tangan yang saling bersahutan.
Ditengah aula dentingan kecapi dan alunan suling mengiringi gemerincing kaki ku saat menari, semua mata terpusat pada ku sehingga membuatku merasa sedikit gugup , “aahk baru kali ini aku menari dengan pakaian indah dan disaksikan oleh beratus pasang mata” gumamku dalam hati. Kulihat disamping paman ameer Sana yang sedang duduk dengan anggun nya, juga disudut ruangan sebelah kiri kulihat Ziyad sedang merayu gadis gadis, kulanjutkan tarianku tapi tak terasa dentingan musik mulai menjauh yang mengisyaratkan tarianku agar berhenti, Suara tepuk tangan bergema diaula yang besar ini suatu kepuasan yang tak terbendung dihatiku, saat sedang berjalan menuju keluar ruangan, aku dikagetkan oleh suara dari balik jendela besar disampingku “Sungguh tarian yang indah, kau bagaikan burung yang terbang “ . Rasad berjalan kearahku dari balik jendela . “ ahk ternyata kau kak rasad, terima kasih atas pujianmu kukira kau tak berada disini karna aku tidak melihat mu. “ Jawabku. “ahahhhaha yah aku memang tidak terlalu suka dengan keramaian maka dari itu lah aku bersembunyi di beranda, tapi mataku terpesona oleh tarian seorang gadis kecil “ Ujarnya sambil tertawa dan menepuk kepalaku pelan. “ Kau memperlakukan ku seperti anak kecil kak “ Kusisihkan tangan besar kak rasad dari kepalaku . “ Ups maaf kan aku ya anti… karna telah bersikap tidak sopan dengan memperlakukan mu seperti anak kecil “ Rasad membungkuk dan mengayunkan tangan nya kehidung dan dahinya memberi salam padaku. “ Kau membuatku malu kak.. baiklah sepertinya aku harus pergi dan berganti pakaian “ Ujarku menahan malu yang bahkan telah membuat wajahku memerah.
“ Ahahaha reaksimu benar benar menarik Layanah, baiklah kalau begitu “ ujar Rasad lagi.
Ya tuhaaaaaaaaaan perlakuan kak Rasad benar benar diluar dugaan membuat ku menjadi salah tingkah , kukira dia bukan lah lelaki yang suka menjahili wanita tapi ternyata aaarghk . “Layanah …!?” terdengar sebuah suara memanggil namaku dari belakang . “Sana… apa yang kau lakukan disini? Bukankah seharusnya kau berada di aula bersama paman Ameer “ Tanyaku bingung. “ Huh aku bosan berada diasana jadi diam diam aku kabur dan kebetulan aku melihatmu “ Jawab Sana singkat. “ Bukankah itu tidak baik “ selaku. “Tenang saja aku sudah biasa menyelinap seperti ini, huum ayo ikut aku Layanah” Ajak Sana sambil menarik tanagnku . “Hendak kemana kita? “Tanayaku . “Ikuti saja kita akan ketaman belakang disana Ziyad dan Rasad sudah menunggu , kami selalu menyelinap untuk menghindari keramaian pesta “ Sara berbicara dengan senyuman di wajah nya.
“Ziyaaad, Rasaad ahahahh ternyata kalian sudah disini, lihat kebetulan aku bertemu Layanah jadi ku ajak dia kesini , oh ia Layanah kau tunggu disini bersama Ziyad aku dan Rasad akan mengambil makanan dan minuman , sebentar saja kami akan kembali“ujar Sana dan berlalu bersama Rasad. Dibelakang paviliun terdapat sebuah taman luas dan kolam dengan mimbar di tengah nya . “Waaah indah nya tempat ini bintang dan bulan terlihat sangat jelas “ Tanpa sadar aku berputar dengan wajah yang mengadah kelangit.
“Bila kau melihat keatas maka kau akan tersandung dan jatuh Layanah” Bisik Ziyad di telingaku. “A..aku tidak apa apa “ balasku parau. “Kau begitu cantik saat menari Layanah… seperti air yang tertumpah dari ngarai “ Ucap Ziyad. “Te..terima kasih ku kira kau tak memperhatikan karna sibuk merayu para wanita di aula tadi “ ujarku berusaha tenang.”Ahhahah aku memperhatikan tarianmu dari awal Layanah, “ . Ucapan Ziyad membuat jantungku berdebar ditambah lagi ZIyad terlihat sangat indah saat sinar bulan menerpa wajah nya, “Layanaaaaaaah kami sudah menyiapkan makanan dan minuman ayo kita bersantai sambil menikmati bintang malam ini, ahk aku punya ide bagaimana kalau Layanah menari untuk kita” Pinta Sana. “ Tapi… akuu“ujarku bingung . “Itu merupakan ide yang bagus ayo lah Layanah aku setuju dengan ide Sana , bagaimana dengan mu Rasad?” Tanya Ziyad dan melemparkan pandangan pada Rasad.” Aku setuju” jawab Rasad singkat. “huum baiklah “ jawabku ragu .
Malam yang tenang di sirami oleh sinar bulan, menari diatas mimbar di tengah kolam besar yang tak kalah indahnya suara alam dan binatang malam menjadi musik yang mengiringi tarianku, bunyi gemerincing air dan gelang kakaiku menyatu, tapi hanya debaran dihatiku yang tak dapat kukendalikan, dibutakan oleh kata kata dan sosok indah Ziyad yang masih terngiang menghiasi pupil mataku. Malam ini tarianku adalah untuk nya.
Langganan:
Komentar (Atom)